GUNUNGSITOLI, RADARSUMBAR.COM – Kepolisian Resor (Polres) Nias mengerahkan sebanyak 2.023 personel dalam Operasi Keselamatan Toba 2026 guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Nias.
Operasi tersebut resmi dimulai pada Senin (2/2/2026) dan akan berlangsung hingga 15 Februari 2026. Wakapolres Nias, Kompol Syukur Kurniawan Harefa, mengatakan operasi ini menitikberatkan pada peningkatan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sebagai indikator utama keberhasilan.
Menurutnya, seluruh personel yang terlibat diminta melakukan pemetaan terhadap lokasi rawan kecelakaan, pelanggaran, serta titik-titik kemacetan. Selain itu, pendekatan humanis tetap menjadi prioritas selama operasi berlangsung.
“Personel diminta mengedepankan pendekatan persuasif dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan menerapkan prinsip 3S, yakni senyum, sapa, dan salam,” ujar Syukur Kurniawan.
Ia juga menegaskan larangan keras terhadap segala bentuk pelanggaran kode etik selama pelaksanaan operasi, termasuk pungutan liar, penyalahgunaan kewenangan, maupun sikap arogan di lapangan.
“Operasi ini diharapkan mampu menurunkan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus mengurangi tingkat fatalitas korban,” tegasnya.
Operasi Keselamatan Toba 2026 menyasar seluruh pengguna jalan, baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum, serta fokus pada kawasan rawan kecelakaan, pelanggaran, dan kemacetan lalu lintas.
“Saya berharap operasi ini berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi keselamatan serta ketertiban masyarakat. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tambahnya.
Sebelumnya, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan F menekankan bahwa ketertiban berlalu lintas merupakan kunci utama terciptanya keamanan dan keselamatan di jalan raya.
Ia menilai tingginya angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas masih didominasi oleh kelalaian pengguna jalan. Oleh karena itu, jajaran kepolisian diminta terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang lalu lintas.
“Dengan pelayanan yang baik, masyarakat dapat berlalu lintas secara aman dan nyaman,” ujarnya dalam amanat kepada jajaran kepolisian di sejumlah daerah di Sumatera Utara. (rdr/tanhar)






