JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Presiden Prabowo Subianto berencana meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI dalam waktu dekat sebagai upaya menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah di seluruh Indonesia.
Rencana tersebut disampaikan Presiden saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin.
Prabowo menjelaskan, ASRI merupakan akronim dari aman, sehat, resik, dan indah. Gerakan ini menekankan pada perubahan nyata di lapangan, mulai dari kebersihan lingkungan hingga penataan ruang publik, guna meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus menarik minat wisatawan mancanegara.
“Dalam waktu dekat, saya sebetulnya mau melaunching apa yang saya sebut Gerakan Indonesia ASRI. Aman, sehat, resik, indah. Resik itu artinya bersih, tertib, dan sebagainya,” ujar Prabowo.
Dalam pelaksanaannya, Presiden menekankan pentingnya peran aktif seluruh instansi pemerintah sebagai teladan bagi masyarakat. Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah kegiatan kerja bakti atau korve secara rutin, termasuk dengan melibatkan sekolah-sekolah.
Menurut Prabowo, kegiatan bersih-bersih tidak perlu memakan waktu lama. Namun, jika dilakukan secara serentak dan masif, dampaknya akan sangat signifikan.
“Semua instansi pemerintahan harus memimpin korve. Anak sekolah tidak apa-apa, pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam. Kalau ratusan, ribuan, cepat itu,” katanya.
Untuk mendukung gerakan tersebut, pemerintah juga akan menyiapkan berbagai sarana pendukung, seperti gerobak sampah dan truk pengangkut sampah.
“Modalnya nanti apa, modalnya gerobak-gerobak, truk-truk sampah, dan sebagainya,” ujar Presiden.
Selain kebersihan, Gerakan Indonesia ASRI juga mencakup penertiban baliho, spanduk, dan reklame yang dinilai berlebihan dan mengganggu keindahan kota.
Presiden menyoroti kondisi sejumlah daerah yang tampak nyaris seragam akibat maraknya spanduk dan iklan berukuran besar di ruang publik. Menurutnya, penataan reklame perlu dilakukan secara tertib dan persuasif dengan melibatkan pelaku usaha serta asosiasi terkait.
Kepala Negara juga meminta agar jalan protokol, kawasan wisata, dan pusat kota ditata lebih rapi, termasuk penertiban kabel-kabel serta penyesuaian tampilan bangunan usaha agar selaras dengan lingkungan.
Ia menegaskan bahwa keindahan kota merupakan bagian penting dari citra bangsa, kenyamanan masyarakat, serta daya tarik pariwisata Indonesia. (rdr/ant)







