AGAM

Ijazah Hilang Akibat Bencana, Pemkab Agam Beri Kemudahan Pengurusan

0
×

Ijazah Hilang Akibat Bencana, Pemkab Agam Beri Kemudahan Pengurusan

Sebarkan artikel ini
Siswa SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam sedang mengikuti proses belajar mengajar, Jumat (30/1/2026). ANTARA/Yusrizal

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Sumatera Barat, memberikan kemudahan bagi penyintas bencana yang kehilangan ijazah akibat banjir bandang, banjir, dan tanah longsor yang melanda daerah tersebut pada akhir November 2025.

Penyintas yang kehilangan ijazah cukup datang ke sekolah asal untuk mengurus penerbitan surat pengganti ijazah.

“Penyintas cukup datang ke sekolah asal dan akan diberikan surat pengganti ijazah,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Andri di Lubuk Basung, Senin.

Ia menjelaskan, penerbitan surat pengganti ijazah dilakukan langsung oleh sekolah asal masing-masing penyintas. Hingga saat ini, jumlah penyintas yang mengurus ijazah pengganti belum dapat dipastikan.

“Data ada di sekolah masing-masing karena penyintas langsung melapor ke sekolah bersangkutan,” ujarnya.

Andri menambahkan, bencana banjir bandang, banjir, dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025 melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Agam, di antaranya Palembayan, Tanjung Raya, Tanjung Mutiara, Malalak, dan wilayah lainnya.

Bencana tersebut mengakibatkan 166 orang meninggal dunia, 36 orang belum ditemukan, serta 2.619 rumah warga mengalami kerusakan.

“Dengan kerusakan rumah itu, dokumen penting milik warga, termasuk ijazah, ikut rusak atau hilang,” kata Andri.

Selain berdampak pada permukiman warga, bencana juga merusak 67 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP.

Dari jumlah tersebut, SDN 09 Bancah dan SDN 14 Labuah di Kecamatan Tanjung Raya terpaksa melaksanakan kegiatan belajar mengajar di madrasah diniyah (MDA) dan shelter, karena kondisi bangunan mengalami rusak berat.

Sementara itu, MTs Muhammadiyah dan SMA Muhammadiyah Salareh Aia di Kecamatan Palembayan melaksanakan pembelajaran di tenda darurat yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam.

Andri menyebutkan, pembangunan kembali sekolah-sekolah terdampak bencana tersebut telah dimasukkan dalam Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dengan total anggaran sebesar Rp20 miliar. (rdr/ant)