BERITA

Mendagri Minta Pemda Perkuat Mitigasi usai Longsor Cilacap Telan Korban Jiwa

0
×

Mendagri Minta Pemda Perkuat Mitigasi usai Longsor Cilacap Telan Korban Jiwa

Sebarkan artikel ini
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (net)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (net)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk memperkuat mitigasi bencana menyusul longsor yang menelan korban jiwa di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

“Saya datang langsung untuk melihat kondisi di lapangan dan memastikan penanganan berjalan maksimal. Ini juga menjadi peringatan bagi pemda lain agar segera memperkuat mitigasi bencana,” ujar Tito dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Usai meninjau lokasi bencana, Tito bertemu para korban terdampak dan memberikan penguatan kepada keluarga yang masih menunggu hasil pencarian. Ia juga meminta seluruh unsur tim evakuasi—Basarnas, BNPB, TNI/Polri, Satpol PP, dan relawan—untuk bekerja solid dan cepat guna mengurangi kegelisahan keluarga korban.

Tito mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Kemendagri untuk meningkatkan koordinasi dengan pemda dalam memetakan daerah rawan bencana, terutama karena intensitas hujan diprediksi masih tinggi.

“Curah hujan tinggi berisiko, khususnya di Jawa yang padat penduduk. Kalau longsor terjadi di lahan kosong, dampaknya minim. Tapi jika menimpa permukiman, bisa memakan korban. Karena itu, pemda harus inventarisasi titik rawan dan menyiapkan langkah mitigasi sejak dini,” katanya.

Ia juga mempersilakan pemda untuk merelokasi warga dari wilayah-wilayah rawan bencana serta memanfaatkan anggaran belanja tidak terduga apabila menghadapi keterbatasan dana.

Dalam kesempatan terpisah, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman mengapresiasi kunjungan Mendagri Tito Karnavian yang meninjau langsung lokasi longsor. Menurut Syamsul, kehadiran Mendagri menunjukkan bahwa pemerintah pusat tidak membiarkan pemda bekerja sendirian.

“Kehadiran Pak Mendagri sangat berarti bagi kami. Beliau meninjau dapur umum, memberi arahan, dan memimpin langsung apel kesiapsiagaan serta pencarian korban. Ini memberi semangat besar,” ujarnya.

Tito juga mengingatkan bahwa longsor Cibeunying harus menjadi alarm kewaspadaan bagi pemda lain dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, terutama di tengah meningkatnya curah hujan.

Syamsul menambahkan, Mendagri turut mendukung rencana Pemkab Cilacap merelokasi warga selamat ke Desa Jenang yang berjarak sekitar 2 kilometer dari titik longsor. Saat ini, lahan seluas 3,9 hektare telah disiapkan. Proses relokasi akan melalui tahapan pengusulan jumlah warga ke BNPB untuk penyediaan hunian sementara, sebelum kemudian dibangun hunian tetap.

Sementara itu, operasi pencarian korban longsor Cibeunying resmi diperpanjang tiga hari setelah tim SAR gabungan dan keluarga korban menyepakati kelanjutan pencarian.

“Keluarga berharap operasi dilanjutkan. Atas dasar kemanusiaan, operasi SAR resmi diperpanjang tiga hari,” kata Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhammad Abdullah. (rdr/ant)