SAWAHLUNTO

Pemko Sawahlunto Tambah Jumlah Dokter, Pastikan Layanan Kesehatan Merata hingga Polindes

1
×

Pemko Sawahlunto Tambah Jumlah Dokter, Pastikan Layanan Kesehatan Merata hingga Polindes

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra dan Ketua Komisi I DPRD Sawahlunto Ronny Eka Putra rapat bersama Kadinkesdalduk-KB Ranu Vera Mardianti membahas optimalisasi kerja sama BPJS Kesehatan, baru-baru ini. (Antarasumbar/Yudha Ahada)

SAWAHLUNTO, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, terus memperkuat layanan kesehatan dasar dengan memastikan seluruh Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), dan Posyandu Desa (Polindes) memiliki tenaga medis yang memadai.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk-KB) Sawahlunto, Ranu Vera Mardianti, menyebutkan jumlah dokter umum yang bertugas kini meningkat dari 15 menjadi 26 orang, termasuk satu dokter dari program Nusantara Sehat.

“Dengan penambahan ini, seluruh Puskesmas dan Pustu sudah memiliki dokter. Kebutuhan dasar tenaga medis kini telah terpenuhi,” ujar Vera, Rabu (11/6).

Tenaga medis yang telah ditempatkan juga dijadwalkan untuk melayani di Polindes atau Pustu dengan jumlah kunjungan pasien tinggi. Hal ini dilakukan demi memastikan distribusi layanan yang merata dan responsif.

Setiap Puskesmas dan Pustu juga telah dilengkapi minimal dua tenaga kesehatan, agar pelayanan tetap berjalan lancar, termasuk dalam kondisi darurat atau jika ada tenaga medis yang berhalangan.

“Prinsip kami sederhana: masyarakat harus mudah mendapatkan layanan kesehatan di mana pun mereka tinggal,” tegas Vera.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemko Sawahlunto dalam membangun pelayanan publik yang cepat, adil, dan merata, sejalan dengan semangat good governance.

Program-program prioritas seperti imunisasi, layanan ibu dan anak, serta pemeriksaan rutin juga diharapkan dapat berjalan lebih optimal dengan tambahan tenaga medis tersebut.

Sementara itu, Wali Kota Riyanda Putra menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari visi mewujudkan birokrasi yang responsif dan berdampak nyata.

“Kehadiran tenaga kesehatan bukan sekadar rutinitas administratif, tapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Inilah wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat,” kata Wali Kota Riyanda. (rdr/ant)