PASAMAN

Program Makan Bergizi Gratis Diluncurkan di Pasaman Barat, 3.500 Siswa jadi Sasaran

0
×

Program Makan Bergizi Gratis Diluncurkan di Pasaman Barat, 3.500 Siswa jadi Sasaran

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi makan bergizi gratis. (Foto: Dok. Ist)

SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan bagian dari Program AstaCita Presiden Prabowo Subianto, resmi diluncurkan di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Senin (8/9).

Peluncuran perdana ini dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman, yang dikelola Yayasan Andalas Bumi Pasaman Barat.

Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menyambut baik peluncuran program MBG yang menurutnya merupakan langkah maju dalam upaya pemenuhan gizi siswa.

“Ini langkah yang sangat baik. Melalui program ini, kita berharap anak-anak menjadi lebih sehat, cerdas, dan kelak bisa menjadi pemimpin bangsa,” kata Yulianto saat peluncuran di Simpang Empat.

Pemerintah daerah, kata Yulianto, terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Yayasan Andalas Bumi Pasaman Barat agar pelaksanaan program ini berjalan sesuai standar dan menyentuh langsung kebutuhan siswa.

Disalurkan ke 18 Sekolah, 3.500 Siswa Jadi Sasaran

Ketua Yayasan Andalas Bumi Pasaman Barat, Rafa’an, mengatakan bahwa SPPG Aua Kuniang dibangun sejak April 2025 dengan pendampingan dari BGN. Dapur pusat ini akan menyalurkan makanan bergizi gratis ke 18 sekolah dengan total sasaran 3.500 siswa, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Tahap awal minggu ini, kami menyalurkan ke 12 sekolah—terdiri dari dua TK, sepuluh SD dan SMP—untuk sekitar 2.000 siswa,” ujar Rafa’an.

Proses penyediaan makanan dilakukan secara higienis dan profesional, dengan melibatkan ahli gizi, tata boga, akuntan, serta juru masak bersertifikat. Sebanyak 46 relawan, yang sebagian besar merupakan warga lokal Pasaman Barat, juga ikut terlibat.

“Menu dimasak mulai pukul 23.00 WIB, dikemas pukul 04.00 WIB, dan mulai didistribusikan ke sekolah antara pukul 09.00 hingga 12.00 WIB menggunakan dua armada,” jelasnya.

Ketua SPPG Aua Kuniang, Muhammad Alfarizi, menegaskan bahwa setiap menu telah disusun dengan prinsip gizi seimbang dan bervariasi setiap harinya.

“Kami pastikan dalam setiap porsi terdapat nasi, lauk, sayur, dan buah. Semua disusun dan diawasi oleh ahli gizi,” katanya.

Pihaknya juga terus melakukan evaluasi ketat terkait ketepatan menu, nilai gizi, serta ketepatan waktu pengiriman agar makanan sampai dalam kondisi terbaik ke tangan siswa.

Pembina Yayasan, Adriwilza, berharap program MBG ini menjadi percontohan nasional.

“Kami ingin Pasaman Barat menjadi daerah pertama yang sukses menjalankan program ini secara berkelanjutan dan berdampak nyata,” ucapnya. (rdr/ant)