SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, meningkatkan upaya mitigasi bencana di daerah pesisir guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi gempa bumi dan tsunami.
“Saat ini kami tengah menggelar rapat koordinasi dengan TNI dan Basarnas untuk mempersiapkan sosialisasi di daerah pesisir, khususnya Kecamatan Sasak Ranah Pasisia,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pasaman Barat, Zulkarnain, di Simpang Empat, Rabu (6/8).
Menurutnya, sosialisasi mitigasi bencana akan terus ditingkatkan baik kepada Kelompok Siaga Bencana (KSB) maupun langsung kepada masyarakat.
“Hingga kini kami telah melakukan 14 kali sosialisasi ke KSB dan tiga kali ke masyarakat umum. Sosialisasi ini akan terus dilanjutkan di seluruh 19 nagari (desa) di Pasaman Barat agar masyarakat semakin waspada,” katanya.
Ia menambahkan, Pemkab Pasaman Barat juga mendorong pembentukan regulasi tingkat nagari terkait mitigasi bencana, merujuk pada Permendes Nomor 71 Tahun 2021 tentang Penanganan Bencana Skala Lokal Desa.
“Setiap nagari membuat anggaran mitigasi sesuai kondisi keuangannya masing-masing. Harapannya, terbentuk nagari tangguh bencana yang memperkuat kapasitas SDM melalui KSB,” jelasnya.
Dana nagari tersebut dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari pembelian alat pelindung diri, tenda, perahu, hingga pelaksanaan simulasi evakuasi dan kegiatan edukasi kebencanaan lainnya.
Zulkarnain juga mengingatkan bahwa wilayah Pasaman Barat memiliki sejumlah sungai besar yang rawan banjir saat musim hujan.
“Sungai Batang Pasaman (Kecamatan Pasaman), Batang Sikabau dan Batang Bayang (Lembah Melintang), Batang Batahan (Ranah Batahan), serta Anak Air Haji (Sungai Aur) kerap meluap saat hujan deras dan menggenangi pemukiman,” ujarnya.
Tak hanya itu, wilayah perbukitan dan tepi pantai juga rawan bencana lainnya, seperti longsor di Kecamatan Talamau dan abrasi di kawasan Pantai Sasak.
“Cuaca yang tak menentu saat ini menuntut kita untuk selalu waspada. Kami mengimbau warga di daerah rawan banjir, longsor, dan abrasi agar lebih siaga dan segera melakukan evakuasi mandiri jika diperlukan,” pungkasnya. (rdr/ant)






