PASAMAN BARAT

Pemkab Pasbar Segera Tindaklanjuti Pembentukan Koperasi Merah Putih di 90 Nagari

0
×

Pemkab Pasbar Segera Tindaklanjuti Pembentukan Koperasi Merah Putih di 90 Nagari

Sebarkan artikel ini
Kantor Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM. Dinas itu saat ini siap menindaklanjuti pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di daerah itu. ANTARA/Altas Maulana.

SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sesuai arahan pemerintah pusat.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Pasaman Barat, Pahrein, mengatakan pihaknya baru saja menerima petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis pembentukan koperasi tersebut, yang menjadi amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Kami sedang mempelajari teknis pelaksanaannya, termasuk bagaimana mekanisme penganggaran dan implementasinya di tingkat nagari,” ujar Pahrein di Simpang Empat, Rabu (16/4/2025).

Menurutnya, pembentukan koperasi ini akan menyasar 90 nagari yang ada di Pasaman Barat. Meski masih tahap awal, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat melalui rapat daring (zoom meeting).

“Apakah anggaran pembentukan koperasi bisa dimasukkan ke dalam dana desa atau tidak, itu masih kita kaji. Yang jelas, kami siap mendukung program nasional ini,” tambahnya.

Di sisi lain, Dinas Koperasi Pasbar terus melakukan pembinaan terhadap koperasi yang sudah ada. Saat ini terdapat 182 koperasi aktif di daerah tersebut, dengan 100 koperasi dinyatakan sehat dan berkualitas, serta 82 koperasi dalam tahap pembinaan.

“Masalah utama koperasi yang dibina adalah belum melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) dan kurangnya transparansi pengurus,” jelasnya.

Selain itu, ada lebih dari 200 koperasi tidak aktif yang saat ini terus mendapat perhatian. Permasalahan yang umum ditemui adalah persoalan transparansi keuangan dan ketidakterlibatan aktif anggota dalam kegiatan koperasi.

Pahrein menegaskan, pembinaan terus dilakukan baik dari aspek manajemen keuangan, administrasi, hingga penguatan keanggotaan, agar koperasi di Pasaman Barat bisa menjadi lembaga ekonomi yang sehat dan menyejahterakan anggota. (rdr/ant)