PASAMAN BARAT

Pemkab Pasaman Barat Dorong Peremajaan Kelapa Sawit untuk Tingkatkan Produktivitas

0
×

Pemkab Pasaman Barat Dorong Peremajaan Kelapa Sawit untuk Tingkatkan Produktivitas

Sebarkan artikel ini
Lahan kelapa sawit yang baru diremajakan di Kabupaten Pasaman Barat. ANTARA/Altas Maulana

SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mengimbau para petani kelapa sawit untuk segera melakukan peremajaan (replanting) pada tanaman kelapa sawit yang berumur 25 tahun ke atas demi menjaga dan meningkatkan produktivitasnya.

Sekretaris Dinas Perkebunan dan Peternakan Pasaman Barat, Afrizal, mengungkapkan bahwa kelapa sawit yang sudah berumur 25 tahun atau lebih akan mengalami penurunan hasil produksi yang signifikan. “Jika sudah berumur 25 tahun ke atas, hasil produktivitasnya akan di bawah 10 ton per hektare per tahun. Oleh karena itu, peremajaan harus segera dilakukan,” kata Afrizal di Simpang Empat, Sabtu.

Sejak 2018, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat telah melaksanakan program peremajaan kelapa sawit, dengan 2.009 hektare tanaman kelapa sawit yang sudah diremajakan. Pada 2025, Pemkab Pasaman Barat menargetkan peremajaan seluas 1.000 hektare.

Untuk mengikuti program peremajaan kelapa sawit, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, seperti umur tanaman sudah di atas 25 tahun, produksi per hektare di bawah 10 ton per tahun, penggunaan bibit tidak unggul, dan luas tanaman minimal 50 hektare dalam radius 10 kilometer. Anggaran peremajaan kelapa sawit ini bersumber dari Kementerian Pertanian melalui Badan Layanan Umum BPDPKS (Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit), dengan alokasi pada 2024 yang terealisasi hanya 143 hektare.

Pengusulan peremajaan kelapa sawit kini telah menggunakan aplikasi digital, yang memungkinkan petani, kabupaten, provinsi, dan pusat untuk melakukan verifikasi dengan mudah. Selain itu, pelaksanaan peremajaan juga didukung dengan surat keterangan dari BPN/ATR Kabupaten dan BPKH Wilayah 1 Medan.

Afrizal menjelaskan, program peremajaan kelapa sawit ini memberikan manfaat besar bagi petani dalam meningkatkan produktivitas dan keragaman tanaman. “Program ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan pekebun serta mendorong keberlanjutan perkebunan kelapa sawit di Pasaman Barat,” ujarnya.

Saat ini, Pasaman Barat memiliki total luas perkebunan kelapa sawit sebesar 189.508 hektare, dengan 62.574 hektare dikelola oleh perusahaan besar dan 126.934 hektare oleh petani rakyat. Potensi peremajaan untuk perkebunan rakyat Pasaman Barat sangat besar, dan diharapkan lebih banyak petani yang terlibat dalam program ini di masa mendatang.

“Jika kita bandingkan dengan total luas perkebunan rakyat, baru sekitar dua persen yang telah menjalankan program peremajaan kelapa sawit. Semoga program ini dapat terus berlangsung dan memberikan manfaat setiap tahun,” harap Afrizal. (rdr/ant)