PARIAMAN, RADARSUMBAR.COM – Festival “Malingka Carano jo Arai Pinang” ke-III tingkat SD/MI se-Sumatera Barat resmi berakhir meriah di Panggung Utama Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, Rabu (15/10/2025). Acara ini sukses menjadi wadah pelestarian budaya Minangkabau sejak usia dini.
Dalam festival yang menampilkan kemampuan anak-anak dalam merangkai carano secara adat Minang ini, SDN 05 Tungkal Utara dari Kecamatan Pariaman Utara berhasil meraih Juara I. Prestasi tersebut dipersembahkan oleh siswi Kanya Dwi Ramadhani dengan nilai tertinggi, yakni 136.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, yang hadir bersama Wakil Wali Kota Mulyadi, menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh peserta. Menurutnya, festival ini menjadi bukti kuatnya akar budaya Minangkabau yang masih hidup di tengah generasi muda.
“Selamat kepada anak-anak yang menjadi juara. Namun bagi yang belum menang, kami tetap bangga. Tidak semua orang bisa malingka carano, tapi kalian membuktikan kemampuan itu. Itu sangat luar biasa,” ujar Yota Balad.
Tradisi Malingka Carano jo Arai Pinang bukan sekadar seremonial. Carano melambangkan “baso jo basi” (tata krama dan kesantunan), sementara prosesi malingkanya mengajarkan nilai kerapian, kehalusan budi, serta penghormatan terhadap adat dan tamu.
“Semua ini mencerminkan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” tutup Yota. (rdr/rudi)






