PARIAMAN, RADARSUMBAR.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini kembali dilaksanakan di Kota Pariaman, Sumatera Barat, setelah sempat dihentikan selama dua pekan akibat masalah penggunaan wadah makanan sekali pakai yang memicu penumpukan sampah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Riky Falantino, mengatakan bahwa pemberhentian sementara tersebut disebabkan oleh peningkatan volume sampah yang ditimbulkan oleh wadah sekali pakai. “Kini, program MBG bisa dilanjutkan setelah pemerintah menemukan solusi untuk masalah tersebut,” ungkap Riky pada Kamis (30/1).
Sebagai solusi sementara, tempat makanan untuk MBG di Pariaman menggunakan dua jenis wadah, yaitu stainless atau tahan karat, serta plastik khusus untuk makanan. Wadah plastik ini akan digunakan sampai jumlah wadah anti karat yang terbatas, yakni 1.562 unit, dapat mencukupi. Sementara itu, jumlah wadah plastik yang tersedia mencapai 1.914 unit.
Wadah berbahan stainless digunakan untuk siswa SMP dan SMA, sedangkan wadah plastik khusus makanan diberikan kepada siswa SD. Program MBG ini mencakup 3.476 siswa dari sekitar 12.600 siswa di Pariaman, dengan 16 sekolah yang telah terlibat, meliputi 1 TK, 13 SD, 1 SMP, dan 1 SMA.
Riky Falantino berharap bahwa ke depannya seluruh siswa di Pariaman dapat menikmati manfaat program unggulan dari Prabowo-Gibran ini.
Sebelumnya, program MBG sempat dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menunggu kedatangan wadah makanan yang lebih ramah lingkungan. “Keputusan ini diambil untuk mengatasi masalah sampah yang timbul dari wadah sekali pakai yang digunakan pada uji coba sebelumnya,” tambahnya. (rdr/ant)






