PADANG

Cegah Bencana Susulan, Pemprov Sumbar Minta Tambahan EWS di 23 Sungai Marapi

0
×

Cegah Bencana Susulan, Pemprov Sumbar Minta Tambahan EWS di 23 Sungai Marapi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi foto hulu sungai yang diambil menggunakan alat Early Warning System (EWS).(Antara/BPBD Tanah Datar).

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengusulkan penambahan sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna memperkuat mitigasi bencana lahar dingin Gunung Marapi.

“Kami sudah mengusulkan penambahan EWS dan BNPB juga telah melakukan survei. Semoga ini bisa segera terealisasi pada tahap kedua,” kata Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Ilham Wahab, di Padang, Sabtu (3/8).

Ilham menyebutkan, sistem peringatan dini akan dipasang di seluruh sungai yang berhulu langsung dari Gunung Marapi. Saat ini, dari total 27 sungai, baru empat yang telah dipasangi EWS berupa sensor tinggi muka air, alat pengukur curah hujan, dan CCTV. Selain itu, BNPB juga sudah menempatkan 26 unit sirene.

Artinya, masih ada 23 aliran sungai yang belum dilengkapi sistem deteksi dini. Sungai-sungai tersebut dinilai berisiko tinggi dilalui aliran banjir lahar dingin, sehingga sangat mendesak untuk segera dilengkapi EWS.

“Ada enam unit EWS yang sudah dipasang BNPB di empat sungai utama. Alat-alat ini sudah bekerja cukup baik, dengan data sensor dan rekaman CCTV yang terpantau secara real time oleh BPBD di Kabupaten Agam dan Tanah Datar,” jelas Ilham.

Sebagai informasi, banjir lahar dingin Gunung Marapi yang terjadi pada 11 Mei 2024, bersamaan dengan banjir bandang dari Gunung Singgalang, mengakibatkan 63 korban jiwa dan 10 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Bencana ini juga menyebabkan banyak warga luka-luka serta merusak rumah dan bangunan permanen. (rdr/ant)