PADANG

BMKG: Sumbar Dilintasi 5 Segmen Aktif, Siaga Gempa Magnitudo Tinggi

0
×

BMKG: Sumbar Dilintasi 5 Segmen Aktif, Siaga Gempa Magnitudo Tinggi

Sebarkan artikel ini
Ngarai Sianok. (dok, istimewa)
Ngarai Sianok. (dok, istimewa)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menekankan pentingnya masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) untuk mengenali potensi gempa bumi dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana.

“Kita tinggal di zona tektonik aktif, yang meliputi zona subduksi, megathrust, dan Patahan Sumatera,” kata Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi, di Padang, Jumat (18/4).

Sumbar sendiri dilintasi lima segmen aktif, yaitu Barumun, Angkola, Sianok, Sumani, dan Suliti. Segmen-segmen ini berpotensi memicu gempa bermagnitudo 6 hingga 7,4.

BMKG menyebut, wilayah pesisir barat seperti Kota Padang, Pariaman, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, hingga Kepulauan Mentawai paling rentan terhadap ancaman gempa megathrust yang bisa memicu tsunami dengan kekuatan hingga magnitudo 8,9.

Sementara itu, daerah tengah seperti Padang Panjang, Pasaman, Bukittinggi, Solok, Kota Solok, dan Solok Selatan, perlu mewaspadai potensi gempa kembar akibat aktivitas Sesar Sumatera. Jenis gempa ini pernah terjadi pada 1926, 1943, dan 2007.

“Artinya, masyarakat wajib mengetahui potensi bencana ini, dan pemerintah harus aktif mendampingi melalui edukasi dan peningkatan kapasitas mitigasi,” jelas Suaidi.

BMKG bersama BPBD telah melakukan sejumlah upaya mitigasi, termasuk membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) dan melibatkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari Kementerian Sosial.

Selain itu, penguatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir juga dilakukan melalui program Masyarakat Siaga Tsunami, yang merupakan bagian dari agenda mitigasi bencana UNESCO.

“Harapannya, masyarakat dapat memahami risiko, mengetahui tindakan yang harus dilakukan, dan mampu melindungi diri jika terjadi gempa atau tsunami,” tambah Suaidi. (rdr/ant)