PARITMALINTANG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, menggandeng berbagai elemen masyarakat dalam upaya serius menekan angka kriminalitas dan persoalan sosial yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menegaskan bahwa kejadian-kejadian kriminal yang terjadi belakangan ini, seperti pembunuhan gadis penjual gorengan, kekerasan seksual terhadap anak, hingga mutilasi terhadap remaja putri, merupakan peringatan serius bagi semua pihak.
“Kepada ninik mamak, alim ulama, pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat, mari kita jaga bersama generasi ini. Jangan sampai tragedi serupa kembali terjadi di Padang Pariaman yang kita cintai ini,” ujarnya di Parik Malintang, Senin (23/6).
Ia menekankan pentingnya bertindak cepat dan mencari solusi bersama agar kejadian serupa tidak terulang.
“Saya tidak mau kehilangan momentum untuk mencari solusi. Kita harus cepat dan tanggap,” tegasnya.
Bupati juga mengajak semua pihak untuk turun langsung ke masyarakat, menyapa, memantau, dan membina anak kemenakan serta warga sekitar agar tidak terjerumus dalam tindakan menyimpang.
Sebagai langkah awal, Pemkab Padang Pariaman telah menggelar pertemuan terbuka dengan seluruh elemen masyarakat di rumah dinas bupati pada Minggu (22/6). Pertemuan ini menjadi ruang dialog dan refleksi terhadap kondisi sosial daerah yang dinilai sedang tidak baik-baik saja.
“Ini adalah sinyal bahwa Padang Pariaman sedang tidak baik-baik saja. Kita tidak boleh diam,” tambah John Kenedy.
Sementara itu, Ketua Harian LKAAM Sumbar Dr. Amril Amir Dt. Lelo Basa menyambut baik langkah bupati. Ia menekankan pentingnya pendidikan agama sejak dini sebagai benteng moral generasi muda.
“Isi hati sanak dan kemenakan kita dengan Al-Qur’an. Minimal anak-anak hafal juz 30 sebelum tamat SD,” ujarnya.
Kapolres Padang Pariaman AKBP Ahmad Faisol turut menegaskan bahwa penanganan persoalan sosial ini tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum, tetapi harus melibatkan seluruh pihak.
“Tanpa keseriusan dan kolaborasi, masalah ini tidak akan selesai. Ini momentum penting dan pintu masuk bagi kerja-kerja komprehensif,” katanya. (rdr/ant)





