PADANG PARIAMAN

Pemkab Padang Pariaman Gotong Royong Atasi Banjir Menahun di Batang Anai tanpa Dana APBD

0
×

Pemkab Padang Pariaman Gotong Royong Atasi Banjir Menahun di Batang Anai tanpa Dana APBD

Sebarkan artikel ini
Bupati Padang Pariaman, Sumbar, John Kenedy Azis (kiri) memimpin aksi Gotong Royong Akbar Jilid II di Kecamatan Batang Anai guna mengantisipasi banjir menahun di kawasan perumahan padat penduduk. Antara/HO-Diskominfo Padang Pariaman

PARITMALINTANG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, bersama TNI, Polri, BUMN, perusahaan swasta, dan masyarakat setempat menggelar Gotong Royong Akbar Jilid II di Kecamatan Batang Anai, Rabu (18/6), untuk membersihkan kawasan permukiman dan sungai guna mengatasi banjir menahun yang sering merendam kawasan padat penduduk.

“Saya sangat prihatin. Setiap hujan dua hingga tiga jam saja, air langsung naik dan membanjiri rumah warga,” kata Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, di sela kegiatan gotong royong di kawasan Perumahan Kasai Permai.

Menurutnya, banjir di kawasan tersebut telah terjadi bertahun-tahun, dan harus segera diatasi meski keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan tersendiri. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi solusi utama.

“Melalui gotong royong ini, kita berikhtiar bersama mengurangi dampak banjir. Ini murni hasil sinergi. Tidak ada satu rupiah pun dari APBD,” tegasnya.

Kegiatan ini mencakup normalisasi sungai dan pembersihan material penghambat aliran air. Dikerahkan pula alat berat seperti ekskavator, belasan gergaji mesin, serta ratusan personel untuk mempercepat pengerjaan. Aksi gotong royong dijadwalkan berlangsung selama dua hari.

Sebelumnya, Gotong Royong Akbar Jilid I digelar di Kecamatan Ulakan Tapakis, yang juga kerap dilanda banjir. Aksi tersebut mendapat apresiasi dari Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto.

“Itu bagus, karena Indonesia terlalu luas jika penanganan bencana hanya mengandalkan BNPB. Perlu peran serta semua pihak,” ujar Suharyanto saat meninjau infrastruktur terdampak bencana di Padang Pariaman, April lalu.

Ia menegaskan, mitigasi bencana tak cukup hanya oleh pemerintah pusat dan daerah, melainkan membutuhkan kontribusi aktif dari masyarakat, pelaku usaha, media, dan unsur swasta lainnya. (rdr/ant)