PADANG PARIAMAN

Program Makan Bergizi Gratis Digencarkan di Padang Pariaman, Dukung Anak Sehat dan Turunkan Stunting

0
×

Program Makan Bergizi Gratis Digencarkan di Padang Pariaman, Dukung Anak Sehat dan Turunkan Stunting

Sebarkan artikel ini
Salah satu menu makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah dasar. Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan penundaan MBG di Kota Bukittinggi dari rencana awak yang telah ditetapkan diselenggarakan pada Senin (13/1). (Antara/HO-Dokumen Pribadi)
Salah satu menu makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah dasar.(Antara/HO-Dokumen Pribadi)

PARITMALINTANG, RADARSUMBAR.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) terus menggencarkan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke berbagai daerah, termasuk Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, sebagai bagian dari upaya strategis menurunkan angka stunting dan malnutrisi di Indonesia.

“Program ini bukan sekadar pembagian makanan. MBG dirancang untuk meningkatkan status gizi anak, mendukung proses belajar, serta menurunkan angka stunting dan malnutrisi,” ujar Tenaga Ahli Promosi dan Edukasi Gizi BGN, Adib Al-Fikry, di Padang, Sabtu (14/6).

Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat penting dalam menyukseskan program MBG, mulai dari pengawasan kualitas makanan hingga menanamkan kebiasaan makan sehat dalam keluarga. BGN juga mengajak masyarakat yang berminat menjadi mitra pelaksana MBG untuk mendaftar melalui portal resmi www.mitra.bgn.go.id tanpa pungutan biaya.

Sosialisasi yang digelar di Gedung Sport Hall Lombok, Sungai Sariak, Jumat (13/6), turut dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama dan Ketua Tim Komunikasi Informasi Edukasi BBPOM Padang, Azfrianty.

Ade menegaskan pentingnya keberlanjutan program MBG demi menjamin pertumbuhan anak, sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal.

Ia juga menyinggung rencana pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur sehat yang akan melayani 2.000–3.000 siswa per unit. SPPG direncanakan berlokasi di sekolah atau pesantren untuk menjangkau siswa secara langsung.

“Harapannya, dapur-dapur ini segera terbangun, khususnya di Padang dan Bukittinggi, agar manfaat program bisa dirasakan langsung masyarakat dan membuka peluang usaha bagi petani serta peternak lokal,” jelasnya.

Sementara itu, Azfrianty dari BBPOM Padang menyampaikan dukungan penuh terhadap program MBG. Ia menekankan pentingnya edukasi gizi dan peran BPOM dalam menjamin keamanan serta kualitas makanan yang dikonsumsi anak-anak.

“Seluruh makanan dalam program MBG harus lolos uji laboratorium, bersertifikasi, dan bebas dari bahan berbahaya. Pengawasan ketat ini penting demi kesehatan anak-anak kita,” ujarnya.

Azfrianty juga menyebut MBG sebagai upaya terpadu untuk memberikan akses makanan bergizi bagi anak sekolah, ibu hamil, menyusui, dan balita. Selain menurunkan angka stunting, program ini diharapkan meningkatkan prestasi belajar serta memberdayakan UMKM pangan dan sektor pertanian.

“Dengan peningkatan gizi dan pola makan sehat, kita menuju cita-cita Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (rdr/ant)