BUKITTINGGI, RADARSUMBAR.COM – Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mengalami erupsi pada Kamis (4/9) malam sekitar pukul 21.44 WIB. Letusan tercatat berdurasi sekitar 44 detik dengan amplitudo maksimum 30,4 milimeter, menurut laporan Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi.
“Erupsi terjadi pada pukul 21.44 WIB, terekam di seismogram berdurasi 44 detik,” kata Petugas PGA Gunung Marapi, Ahmad Rifandi, di Padang.
Namun, tinggi kolom abu vulkanik tidak dapat diamati karena kondisi puncak gunung tertutup awan. Hingga kini, status Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada.
Ahmad menyebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan kepada masyarakat. Di antaranya, warga dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah utama (Kawah Verbeek).
Selain itu, PVMBG mengingatkan potensi ancaman lahar dingin, terutama saat hujan turun, bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Marapi.
“Harap tingkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang bermukim di dekat bantaran sungai berhulu dari Gunung Marapi,” ujarnya.
PVMBG juga mengimbau masyarakat untuk mengenakan masker jika terjadi hujan abu guna menghindari gangguan pernapasan, serta meminta semua pihak menjaga situasi tetap kondusif dan tidak menyebarkan informasi bohong. (rdr/ant)





