BUKITTINGGI, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kota Bukittinggi berhasil menyelenggarakan Festival Musik Tradisi Indonesia “Pitunang Ethngroove” yang digelar oleh Kementerian Kebudayaan bersama komunitas seni tradisional.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengapresiasi terpilihnya Bukittinggi sebagai lokasi festival yang menjadi ruang bagi para seniman musik tradisi tampil, termasuk di pelataran Jam Gadang. Ia menekankan pentingnya perlindungan hak kekayaan budaya, dengan musik tradisi Saluang dan Kerupuk Sanjai yang telah memperoleh hak paten dari Kemenkumham.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut festival ini sebagai upaya membangun kembali ekosistem musik tradisi di tengah globalisasi dan menjaga identitas budaya bangsa. Festival ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah sebelumnya digelar di Lampung Tengah.
Festival juga melibatkan komunitas musik tradisi Minangkabau yang kaya dengan 13 jenis alat musik tiup, menegaskan posisi Sumatera Barat sebagai pusat pelestarian budaya.
Direktur Program Pitunang Ethngroove, Indra Ariffin, mengatakan tema festival tahun ini adalah “Menyimak Daya Hidup Musik Tradis,” sebagai bentuk apresiasi kekayaan musikal Nusantara. (rdr/ant)





