AGAM

53 Orang Diduga Keracunan Makanan Program MBG, Dapur SPPG di Agam Dihentikan Sementara

0
×

53 Orang Diduga Keracunan Makanan Program MBG, Dapur SPPG di Agam Dihentikan Sementara

Sebarkan artikel ini
Bupati Agam Benni Warlis. Dok ANTARA/Yusrizal

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Nagari Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung, menyusul dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa puluhan warga, Senin (29/9/2025).

Bupati Agam Benni Warlis mengatakan penghentian dilakukan sambil menunggu hasil investigasi dan rapat bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Padang, Kamis (2/10).

“Penyaluran makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kami hentikan sementara. Kami juga sudah rapat dengan Forkopimda dan OPD terkait untuk menangani ini secara serius,” kata Benni Warlis, Rabu (1/10), di Lubuk Basung.

Menurutnya, sampel makanan berupa nasi goreng telah dikirim ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Padang untuk diuji laboratorium.

“Kita tunggu hasilnya untuk mengetahui penyebab pasti. Yang jelas, semua dapur SPPG ke depan harus memenuhi standar izin, kebersihan, dan pengelolaan limbah secara benar,” ujarnya.

Pemerintah daerah, katanya, akan memperketat pengawasan dan memastikan dapur-dapur SPPG memenuhi standar kesehatan sebelum kembali beroperasi.

Diketahui, sebanyak 53 orang terdiri dari pelajar TK dan SD, guru, orang tua, dan anggota keluarga lainnya diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi nasi goreng dari program MBG pada Rabu siang (1/10).

Korban dirawat di RSUD Lubuk Basung, Puskesmas Manggopoh, dan RSIA Rizki Bunda. Sebagian dari mereka diketahui ikut keracunan setelah makanan dibawa pulang dan dikonsumsi oleh anggota keluarga di rumah.

“Makanan dibawa pulang lalu dimakan oleh orang tua, kakak, adik, akhirnya mereka juga ikut keracunan. Korban tersebar di Kampung Tangah dan Manggopoh,” jelasnya.

Benni mengimbau para orang tua agar tidak membiarkan anak-anak membawa makanan MBG pulang ke rumah karena faktor higienitas bisa menurun dan meningkatkan risiko keracunan.

“Setelah beberapa jam, makanan bisa basi atau tidak layak konsumsi lagi. Kami harap hal ini menjadi perhatian bersama,” tutupnya. (rdr/ant)