LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan erupsi Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, akibat aktivitas buka tutup ventilasi konduit di bagian dasar Kawah Verbeek.
Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menjelaskan bahwa erupsi yang terjadi diperkirakan akibat proses buka tutup ventilasi konduit di dasar Kawah Verbeek. Proses ini dimulai saat lava mengeras akibat pendinginan, yang kemudian mempercepat infiltrasi air meteorik. Hal tersebut menyebabkan ventilasi konduit menutup, sehingga tekanan di bagian dangkal dekat permukaan meningkat.
Ketika tekanan melebihi batas kejenuhan, erupsi terjadi dan melepaskan energi, membuka kembali ventilasi konduit. Proses ini berulang selama pasokan fluida atau magma dari kedalaman masih ada, meskipun dalam jumlah kecil.
Pada 8 Maret pukul 10.41 WIB, Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi mencatatkan erupsi dengan tinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) yang memiliki amplitudo maksimum 30,4 milimeter, berlangsung selama sekitar 55 detik. Namun, tinggi kolom abu tidak dapat diamati langsung karena tertutup awan.
Dalam sepekan terakhir, aktivitas hembusan asap dari Kawah Verbeek tercatat dengan tinggi maksimum 200 meter di atas puncak. Bahkan, tiga kali erupsi menyebabkan kolom abu mencapai ketinggian 1.200 meter di atas puncak. Pasokan fluida dari kedalaman tergolong rendah, yang ditunjukkan oleh gempa vulkanik dangkal sebanyak lima kali dan gempa vulkanik dalam sebanyak tiga kali.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan erupsi susulan, mengingat potensi adanya peningkatan aktivitas Gunung Marapi dalam waktu dekat. (rdr/ant)






