LIGA 1

Andre Rosiade Desak PT LIB Buka Data Suporter dan Tinjau Ulang Jadwal Semen Padang FC

0
×

Andre Rosiade Desak PT LIB Buka Data Suporter dan Tinjau Ulang Jadwal Semen Padang FC

Sebarkan artikel ini
Penasihat Semen Padang FC Andre Rosiade menyapa suporter di GHAS. (dok. Radarsumbar)
Penasihat Semen Padang FC Andre Rosiade menyapa suporter di GHAS. (dok. Radarsumbar)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade, kembali menyuarakan kritik keras terhadap I League terkait penetapan jadwal pertandingan BRI Super League 2025/2026.

Menurut Andre, jadwal kandang yang diterima Kabau Sirah dinilai merugikan suporter, salah satunya lima laga perdana dimainkan sore hari pada hari kerja.

“Halo PT. LIB. Tolong kami diberikan jadwal pertandingan kandang di akhir minggu atau main malam di hari kerja, agar suporter kami bisa hadir di stadion. Saat ini jadwal sampai lima home perdana di hari kerja dan selalu sore. Mohon keadilannya. Tolong Pak Erick Thohir agar ini dicek juga,” tulis Andre melalui akun Instagram pribadinya, Jumat (22/8/2025).

Andre menegaskan, perubahan jadwal menjadi pertandingan akhir pekan atau malam hari di hari kerja sangat penting agar atmosfer dukungan di Stadion Haji Agus Salim tetap terjaga.

Lebih jauh, Andre juga mendesak PT LIB membuka data jumlah suporter yang hadir di stadion dan rating penonton televisi sejak musim lalu hingga saat ini.

Ia menilai keterbukaan data akan memperlihatkan apakah benar penentuan jadwal pertandingan didasarkan pada rating dan jumlah penonton.

“Ayo PT. LIB mari dibuka aja data suporter yang datang ke stadion dan rating penonton mulai dari musim lalu sampai pertandingan ke dua musim ini. Biar masyarakat sepak bola mendapatkan informasi yang utuh dan transparan. Apa betul jadwal pertandingan berdasarkan rating dan jumlah suporter yang datang ke stadion,” tulis Andre dalam unggahan lain.

Kritik Andre semakin tajam ketika membandingkan jatah laga akhir pekan yang diterima Semen Padang FC dengan tim lain.

Dari jadwal yang beredar, Kabau Sirah hanya mendapat tiga kali jatah laga weekend sepanjang musim, sementara tim seperti Bali United bisa bermain di akhir pekan hingga 14 kali.

“Kami hanya minta keadilan. Suporter Semen Padang FC juga ingin mendukung langsung timnya di stadion. Jangan sampai atmosfer sepak bola di Sumbar mati hanya karena jadwal yang tidak berpihak,” tegas Andre. (rdr)