EKONOMI

Cegah Beras Oplosan, Bulog Sumbar Perketat Pengawasan SPHP di Pasaran

0
×

Cegah Beras Oplosan, Bulog Sumbar Perketat Pengawasan SPHP di Pasaran

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi beras. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Perum Bulog Wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus meningkatkan pengawasan guna mencegah terjadinya praktik pengoplosan beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), menyusul temuan kasus serupa di sejumlah daerah, termasuk Pontianak, Kalimantan Barat.

“Sampai saat ini memang belum ditemukan kasus beras SPHP oplosan di Sumbar, tapi kami bersama instansi terkait tetap melakukan pengawasan secara maksimal,” kata Pemimpin Perum Bulog Wilayah Sumbar, Darma Wijaya, di Padang, Rabu (16/4).

Menurutnya, pengawasan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah daerah dan membentuk tim satuan tugas (Satgas). Upaya ini dilakukan secara preventif guna memastikan distribusi beras SPHP tetap sesuai aturan dan tidak disalahgunakan.

“Pelibatan banyak pihak dalam pengawasan ini sangat penting, tidak hanya mencegah praktik pengoplosan, tapi juga untuk memastikan pasokan pangan tetap aman dan harga tetap stabil di tingkat konsumen,” ujar Darma.

Ia mengungkapkan bahwa hingga kini Bulog Sumbar belum mendistribusikan beras SPHP karena belum ada perintah dari pusat. Namun jika sewaktu-waktu penyaluran diminta, pihaknya menyatakan siap menjalankan tugas tersebut.

“Kalau memang ditugaskan kembali untuk penyaluran SPHP, kami siap. Saat ini, dari sisi ketersediaan, produksi beras lokal di Sumbar juga masih terjaga dengan baik,” katanya.

Adapun stok beras di gudang Bulog Sumbar per 15 April 2025 tercatat sebanyak 16.200 ton, yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama empat bulan ke depan.

“Alhamdulillah hingga sekarang tidak ditemukan adanya beras SPHP oplosan di Sumbar, dan semoga kondisi ini bisa terus terjaga. Pengawasan yang ketat juga membantu memonitor pelaku usaha serta memastikan distribusi beras tepat sasaran,” tutup Darma. (rdr/ant)