JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya potensi cuaca ekstrem akibat bibit siklon tropis 93S dalam 24 jam ke depan. Fenomena ini diperkirakan akan memicu hujan sedang hingga lebat di sebagian wilayah Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel), serta gelombang laut tinggi di sejumlah perairan Indonesia.
“Bibit siklon tersebut dapat memberikan dampak berupa hujan lebat dan gelombang tinggi,” ujar Deputi Meteorologi BMKG, Andri Ramadhani, di Jakarta, Jumat (12/9).
Menurut BMKG, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi melanda Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, hingga sebagian wilayah Sumatera Barat. Bibit siklon 93S terpantau berada di Samudera Hindia sebelah barat Bengkulu, dengan kecepatan angin maksimum sekitar 25 knot atau 46 km/jam.
Dalam 24 jam ke depan, potensi bibit siklon ini berkembang menjadi siklon tropis masih berada pada kategori rendah hingga sedang. Arah pergerakannya diprediksi menuju selatan-barat daya dan dalam 48–72 jam ke depan akan menjauh dari wilayah Indonesia ke arah barat–barat laut.
BMKG juga mengingatkan adanya dampak terhadap kondisi laut. Aktivitas bibit siklon dapat memicu gelombang setinggi 1,25–2,5 meter di perairan barat Aceh hingga Lampung, Samudera Hindia barat Aceh, serta Selat Sunda bagian selatan.
Sementara itu, gelombang lebih tinggi, antara 2,5–4 meter, berpotensi terjadi di Samudera Hindia barat Kepulauan Nias hingga Lampung, perairan selatan Banten hingga NTB, serta Samudera Hindia selatan Banten hingga NTB.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan operator transportasi laut, untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan memperhatikan potensi gelombang tinggi demi keselamatan pelayaran. (rdr/ant)






