JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengungkapkan turnamen sepak bola usia muda bertajuk “Andre Rosiade Cup jilid 2” di Asiop Training Ground (ATG) Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/8/2025) berlangsung sukses. Buktinya ribuan peserta dan ofisial antusias mengikuti rangkaian acara yang digelar sejak pagi tersebut.
“Alhamdulillah acara lancar. Tadi ada 1.200 lebih anak yang hadir sebagai peserta dan ada 3.000 orangtua juga yang hadir jadi begitu ramai acara hari ini,” kata Andre di sela-sela penutupan turnamen Andre Rosiade Cup Jilid 2.
Andre menyampaikan Oktober mendatang akan kembali diadakan Andre Rosiade Cup Jilid 3. “Insyaallah kita akan adakan 25 Oktober di Andre Rosiade Cup Jilid 3 di lapangan Asiop Training Ground. Kemungkinan 80 tim yang ikut hari ini kita kurangi menjadi 60 tim supaya pemakaian lapangan lebih optimal, sehingga pelayanan kita jauh lebih baik ke depan,” ungkap penasihat tim Semen Padang FC ini.
Andre menegaskan, permintaan untuk menyelenggarakan turnamen ini datang dari berbagai daerah. Kendati demikian, ia mengaku banyak hal yang menjadi pertimbangan termasuk ketersediaan waktu dan dana sponsor. Karena itu, saat ini Andre berkomitmen menyelenggarakan turnamen ini paling banyak enam kali setahun.
“Sebagai anggota DPR RI mewakili Sumbar, Insyaallah di akhir November saya juga akan upayakan Andre Rosiade Cup akan diselenggarakan di Sumbar. Nanti kita akan evaluasi juga, karena permintaan dari berbagai daerah itu banyak. Ini kita lagi mempertimbangkan karena kan ada aspek banyak hal, pertama ketersediaan waktu dan ketersediaan dana sponsor. Insyaallah secara bertahap, kalua enam kali setahun kita akan upayakan, tiga kali di Jabodetabek, dan tiga kali di luar Jabodetabek,” kata Andre.
Menurut Andre yang paling penting dari turnamen ini adalah bagaimana dirinya berkontribusi membantu bangkitnya bibit-bibit sepakbola Indonesia. “Saya punya keyakinan kalua kita serius mengurus kompetisi usia muda, membenahi kompetisi liga satu, kompetisi liga satu kita bebas mafia, berkualitas dan professional, akan memunculkan pemain timnas yang tangguh sehingga kita tidak perlu lagi 2034 pemain-pemain naturalisasi,” tegas Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Karena selama ini kata Andre, Indonesia tidak punya kompetisi usia muda yang berjenjang yang mampu membuat para pemain timnas kita terasah dan teruji. “Itulah beda kita dengan Korea dan Jepang. Mungkin di U-16 dan U-17 kita bisa mengalahkan Korea dan Jepang tapi di senior kenapa kita kalah. Karena di Jepang dan Korea punya kompetisi kelompok umur yang mengasah U-16 dan U-17 mereka untuk sampai di tingkat senior. Ini yang harusnya dibenahi PSSI ke depan supaya 2034 dan seterusnya kita tidak lagi bergantung mencari pemain naturalisasi,” ulas Andre.
Andre menegaskan dirinya tak anti-naturalisasi. Ia ingin PSSI mulai memikirkan untuk kepentingan pemain timnas jangan panjang. Karena jutaan anak Indonesia juga punya mimpi menjadi pemain Timnas.
“Itulah yang harus menjadi prioritas PSSI, bukan memikirkan naturalisasi. 2026, 2030 saya memahami butuh naturalisasi karena memang ada disparitas kita. Tapi mohon maaf 2034 dan seterusnya saatnya anak-anak Indonesia. Ini masih ada kesempatan 9 tahun lagi.PSSI harus bikin kompetisi kelompok umur untuk memastikan pemain kita dari U-16 dan U-17 sampai ke senior punya fasilitas kompetisi kelompok umur. Kalau kompetisi yang sehat dan berjenjang kita siapkan, kita gak akan kalah lawan Jepang dan Korea ke depannya,” tutur Andre. (rdr)






