JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan dukungannya terhadap sikap Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti yang menyoroti bahaya permainan daring Roblox bagi anak-anak.
“Saya sependapat, kalau ada gim yang memuat unsur sadistik, kekerasan, atau lainnya yang berpotensi memicu perilaku imitasi (copycat), itu bisa membahayakan,” ujar Fadli saat ditemui di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Kamis (7/8).
Fadli menekankan bahwa konten digital yang dikonsumsi anak-anak—terutama yang bersifat negatif—berisiko ditiru dan berpengaruh pada perilaku mereka. Oleh karena itu, peran orang tua dan pemerintah sangat penting dalam memberikan edukasi dan pengawasan.
“Harus ada penyadaran. Dalam film saja ada batas usia, harusnya begitu juga dengan gim. Tidak semua anak bisa langsung dibiarkan main,” tambahnya.
Ia juga menilai bahwa anak-anak yang sudah menginjak usia remaja cenderung lebih mampu menyaring konten, namun tetap perlu pendampingan dalam memilih hiburan digital yang aman dan mendidik.
Sebelumnya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengeluarkan imbauan agar siswa SD tidak bermain gim Roblox karena banyaknya konten kekerasan di dalamnya.
“Kalau main HP, jangan menonton kekerasan, jangan yang berantem-berantem, jangan pakai kata-kata jelek. Yang main blok-blok (Roblox), jangan main itu ya, karena tidak baik,” ujar Mu’ti dalam kunjungan ke sekolah, Minggu (4/8).
Menurutnya, anak-anak usia sekolah dasar masih belum dapat membedakan mana perilaku yang nyata dan mana yang sekadar rekayasa di gim atau konten digital. Selain itu, mereka cenderung mudah meniru, sehingga paparan konten negatif dapat berdampak pada perilaku di dunia nyata. (rdr/ant)






