JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, menyatakan Korea Selatan masih menjadi salah satu negara tujuan favorit bagi pekerja migran Indonesia (PMI).
“Program Government to Government (G to G) ke Korea Selatan sangat diminati,” ujar Christina saat meninjau pelaksanaan “Skill Test Calon PMI Program G to G ke Korsel” di Semarang, Sabtu (19/7).
Dari lebih 10.000 pendaftar yang terdata di Sistem Komputerisasi Pelayanan dan Pelindungan PMI (SISKOP2MI), sekitar 2.200 peserta lolos untuk mengikuti tahap “skill test” yang berlangsung di Semarang. Tes ini menguji kemampuan teknis sesuai bidang pekerjaan serta wawancara langsung dengan tim dari Korea Selatan.
Peserta berasal dari 25 provinsi di Indonesia, didominasi dari Pulau Jawa, diikuti Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, dan Papua. Sektor pekerjaan yang paling dibutuhkan di Korea Selatan adalah manufaktur, disusul perikanan dan industri jalan raya seperti pengelasan (welder).
Wakil Menteri Christina menambahkan, gaji pekerja migran di Korea Selatan cukup tinggi, mencapai sekitar Rp24 juta per bulan, sehingga makin menarik minat pencari kerja.
Data menunjukkan jumlah PMI di Korea Selatan yakni 11.545 orang pada 2022, 11.570 pada 2023, dan 10.110 pada 2024. Hingga 14 Juli 2025, tercatat 3.828 PMI Indonesia di sana.
Salah satu peserta, Fauzan Azhari asal Indramayu, Jawa Barat, mengaku tertarik mengikuti program ini karena sulit mencari pekerjaan di dalam negeri. “Harapannya bisa lulus dan berangkat ke Korea tahun depan,” ujarnya. (rdr/ant)






