JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Presiden Prabowo Subianto melaksanakan ibadah Shalat Idul Adha 1446 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (6/6), bersama sejumlah pejabat tinggi negara dan para menteri Kabinet Merah Putih.
Presiden tiba di Masjid Istiqlal pukul 06.47 WIB, mengenakan pakaian putih dan kopiah hitam. Ia disambut langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Turut hadir dalam shalat berjamaah tersebut antara lain Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin, Mendagri Tito Karnavian, Kepala BIN M. Herindra, Kepala Bakamla Laksdya TNI Irvansyah, Menko Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, KSAL Muhammad Ali, Wakil Mensos Agus Jabo, serta Sekretaris Kabinet dan Sekretaris Pribadi Presiden, Teddy Indra Wijaya.
Shalat dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan imam Ahmad Muzzakir Abdurrahman, penghafal Al-Qur’an yang pernah meraih peringkat ketiga terbaik se-ASEAN dan Asia Pasifik tahun 2010. Setelah itu, khutbah disampaikan oleh Rektor UIN Raden Intan Lampung, Wan Jamaluddin Z., dengan tema “Nilai Pengorbanan dan Keikhlasan dalam Idul Adha”.
Masjid Istiqlal dipadati sekitar 100.000–150.000 jemaah sejak pukul 05.30 WIB, dari total kapasitas maksimal hingga 250.000 orang.
Usai shalat, Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan menyerahkan hewan kurban secara simbolis kepada panitia kurban Masjid Istiqlal.
Plt. Imam Besar Masjid Istiqlal, Mulawarman Hannase, menyampaikan bahwa pemotongan hewan kurban dari Presiden dan Wapres akan dilakukan pada Sabtu (7/6).
Untuk perayaan Idul Adha tahun ini, Presiden Prabowo menyerahkan 985 ekor sapi kurban yang disalurkan ke masjid-masjid di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sapi-sapi tersebut memiliki bobot antara 800 kilogram hingga 1,3 ton dan terdiri dari berbagai jenis seperti simmental, limousine, peranakan ongole, brahman, angus, dan sapi bali. Seluruh hewan kurban telah melalui pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan layak untuk dikurbankan. (rdr/ant)






