BERITA

Badan Gizi Nasional Selidiki Kasus Keracunan Makanan Bergizi Gratis di Bandung dan Tasikmalaya

0
×

Badan Gizi Nasional Selidiki Kasus Keracunan Makanan Bergizi Gratis di Bandung dan Tasikmalaya

Sebarkan artikel ini
Kepala BGN Dadan Hindayana. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan penyelidikan mendalam dan evaluasi menyeluruh terkait kasus keracunan yang menimpa sejumlah siswa di wilayah Bandung dan Tasikmalaya, Jawa Barat, yang diduga terkait dengan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam keterangan resmi di Jakarta pada Sabtu (3/5), menegaskan komitmen pihaknya untuk mengusut tuntas penyebab insiden tersebut dan mencegah kejadian serupa terulang.

“Menyikapi munculnya kasus serupa di beberapa wilayah, kami menegaskan komitmen BGN untuk mengusut secara tuntas penyebabnya dan melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa di masa depan,” ujar Dadan.

BGN juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak, seperti satuan pendidikan, ahli gizi, penyedia bahan pangan, dan lembaga pengawasan mutu untuk memastikan bahwa seluruh proses penyediaan MBG, mulai dari pemilihan bahan hingga distribusi, memenuhi standar keamanan dan kelayakan konsumsi.

“Kami memastikan seluruh proses, baik pengolahan maupun distribusi, telah sesuai dengan standar operasional. Namun, investigasi mendalam tetap diperlukan untuk menemukan titik kritis masalah,” kata Dadan.

Hasil uji awal oleh tim ahli gizi SPPG menunjukkan bahwa makanan yang disalurkan dalam keadaan baik sebelum dikirim kepada penerima manfaat.

Kepala SPPG Yayasan Abu Bakar Ash-Shiddiq Tasikmalaya, Michael Julius Tobing, menambahkan bahwa semua prosedur penanganan bahan pangan telah dilakukan secara teliti sebelum pengolahan.

“Setiap komponen menu seperti tahu, ayam, beras, sayur, dan kentang, diperiksa kualitasnya secara menyeluruh sebelum diolah,” kata Michael.

BGN juga memastikan bahwa siswa yang terdampak telah mendapatkan penanganan medis yang diperlukan di fasilitas kesehatan setempat.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung melaporkan bahwa sebanyak 342 siswa dari SMP Negeri 35 Kota Bandung mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG pada Selasa (29/4). Kepala Dinkes Kota Bandung, Anhar Hadian, mengatakan pihaknya segera melakukan investigasi ke sekolah untuk pengambilan sampel makanan guna mengetahui penyebab keracunan massal tersebut.

“Sementara data yang saya dapatkan kemarin sore menunjukkan ada 342 orang yang terlibat. Pihak wali kelas masih mendata dan mencari informasi tambahan,” ujar Anhar.

Di sisi lain, Dinkes Kabupaten Tasikmalaya juga melakukan penanganan terhadap 25 pelajar SD dan SMP yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan di sekolah.

“Ada keracunan makanan, namun sekarang sudah ditindaklanjuti dan ditangani di Puskesmas Rajapolah,” jelas Kepala Dinkes Tasikmalaya, Heru Suharto, saat dikonfirmasi wartawan terkait kasus tersebut di Tasikmalaya, Jumat (2/5). Ia menambahkan bahwa tim kesehatan dari Puskesmas Rajapolah telah memberikan perawatan medis kepada pelajar yang mengeluhkan sakit setelah menyantap makanan tersebut. (rdr/ant)