BERITA

Wako Pariaman Ingatkan Siswa Hindari Perundungan

0
×

Wako Pariaman Ingatkan Siswa Hindari Perundungan

Sebarkan artikel ini
Wako Pariaman, Sumbar Yota Balad. Antara/HO-Diskominfo Pariaman

PARIAMAN, RADARSUMBAR.COM – Wali Kota Pariaman, Sumatera Barat, Yota Balad, mengingatkan para siswa untuk menghindari perilaku perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Hal ini disampaikannya saat menjadi inspektur upacara di SMP Negeri 4 Pariaman, Senin (15/4), di Desa Rawang, Kecamatan Pariaman Tengah.

“Jangan saling membully, meremehkan, atau merendahkan teman. Kita semua hidup dalam lingkungan sosial yang saling membutuhkan,” ujar Yota di hadapan ratusan siswa dan tenaga pendidik.

Ia menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi, kekompakan, dan semangat kebersamaan di kalangan pelajar. Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan di sekolah harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah maupun masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Yota juga menyampaikan apresiasinya kepada Pasukan Pengibar Bendera SMPN 4 Pariaman yang dinilainya tampil disiplin dan profesional.

“Paskibra SMPN 4 tampil luar biasa. Hampir setara dengan Paskibraka saat upacara HUT RI. Saya ucapkan terima kasih kepada pihak sekolah dan seluruh petugas upacara,” katanya.

Yota juga menekankan pentingnya upacara bendera sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa. Ia berharap kegiatan tersebut tidak dipandang sekadar rutinitas, melainkan sebagai momen untuk memperkuat rasa nasionalisme.

“Upacara setiap Senin adalah kewajiban yang membentuk jiwa patriotik. Di dalamnya ada penghormatan terhadap bendera, simbol perjuangan para pahlawan. Ini bagian dari pengamalan Pancasila dan cinta Tanah Air,” jelasnya.

Ia mengajak seluruh siswa untuk memaknai isi Pancasila dan menghidupkan kembali semangat 36 butir Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Pariaman Hertati Taher, Kabid Pendidikan Dasar Eka Putra Pernanda, Kepala SMPN 4 Pariaman Meicy Asnil, Ketua Komite Sekolah Oktori Hendra, serta seluruh guru dan tenaga kependidikan. (rdr/ant)