BERITA

Korban Tewas Ledakan Tambang di Sawahlunto Bertambah jadi 9 Orang, 1 Lagi masih Dicari

3
×

Korban Tewas Ledakan Tambang di Sawahlunto Bertambah jadi 9 Orang, 1 Lagi masih Dicari

Sebarkan artikel ini
Salah seorang korban ledakan tambang di Sawahlunto dievakuasi ke dalam mobil ambulans. (Istimewa)

SAWAHLUNTO, RADARSUMBAR.COM – Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Kantor SAR Padang, Octavianto mengatakan, sebanyak sembilan orang meninggal dalam insiden ledakan yang terjadi di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar) pada Jumat (9/12/2022) pagi.

Octa mengatakan, total korban dalam kejadian tersebut berjumlah 14 orang.

“Sembilan orang meninggal, empat korban selamat, sementara diperkirakan satu orang lagi yang hilang dalam pencarian,” katanya.

Ia menjelaskan, tim gabungan melaksanakan pencarian di dalam reruntuhan tambang batu bara yang belakangan diketahui berada dalam naungan PT Nusa Alam Lestari (NAL).

Baca Juga  Peluk Haru Keluarga Korban yang Hilang Usai Ditemukan di Perairan Mentawai

“Petugas masih berjibaku dan cukup kesulitan melakukan proses evakuasi korban yang cukup banyak,” ucapnya.

Octavianto mengatakan, dugaan awal terjadinya ledakan disebabkan oleh tingginya kadar gas Metana atau Hidrokarbon (CH4).

“Itu dugaan sementara, untuk penyebab pastinya masih dicari tahu oleh petugas terkait, sementara kami masih fokus ke dalam proses evakuasi,” katanya.

Perusahaan tambang batu bara bernama PT Nusa Alam Lestari (NAL) mengalami ledakan di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar) pada Jumat (9/12/2022).

Baca Juga  Gawat! Polisi Sita Golok dan Tombak saat Tangkap 13 Pelaku Tawuran di Padang

Perusahaan tersebut terdaftar di dalam Minerba One Data Indonesia (MODI) Kementerian ESDM dan beralamat di Jalan S Parman nomor 103 A, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.

Terdapat tiga pemilik, di antaranya Armedi Agus (7 persen saham), Puguh Wijanarko (3 persen) dan Bakhrial (90 persen).

Adapun Komisaris perusahaan dijabat oleh Bakhrial sejak 24 Juni 1999 dengan posisi Direktur diemban Armedi Agus sejak 27 Juni 2001. (rdr-008)