BERITA

Motor Terduga Penipuan Sapi Kurban Ditemukan di Tanahdatar, Setang dalam Keadaan Terkunci

4
×

Motor Terduga Penipuan Sapi Kurban Ditemukan di Tanahdatar, Setang dalam Keadaan Terkunci

Sebarkan artikel ini
Sepeda motor milik terlapor kasus sapi kurban yang ditemukan. (Antara/Al Fatah)

BUKITTINGGI, RADARSUMBAR.COM – Kasus sapi kurban di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat terus mendapatkan perhatian serius dari masyarakat khususnya para korban, terbaru kepolisian berhasil menemukan kendaraan milik terlapor di daerah Tanahdatar.

Kapolsek Kota Bukittinggi, Kompol Rita Suryati membenarkan kendaraan yang ditemukan adalah milik terlapor ALD.

“Benar, kita pastikan itu sepeda motor milik terlapor dengan Nomor Polisi BA 5971 LJ, petunjuk ini membuat pencarian lebih ditingkatkan,” kata Rita, Rabu (13/7/2022).

Ia mengatakan sepeda motor jenis Spin itu ditemukan awalnya oleh warga pemilik warung di belakang ATM di daerah Batipuh, Kabupaten Tanahdatar pada Jumat (8/7/2022).

Baca Juga  Maju DPR Dapil Sumut III, Irwan Prayitno Terancam Gagal ke Senayan

“Ditemukan warga atas nama Nila Warni dalam keadaan terkunci lengkap dengan helmnya, kemudian dilaporkan oleh pemuda setempat ke Polsek Batipuah,” kata Rita menjelaskan.

Dengan laporan itu tim gabungan yang sebelumnya telah menyebar foto terlapor dan kendaraan yang dimilikinya ke berbagai polsek dan polres di Sumatera Barat langsung mendatangi lokasi penemuan kendaraan dan membawanya ke Bukittinggi.

“Tim telah menggali informasi sedalam-dalamnya di lokasi penemuan kendaraan terlapor dan mencari barang bukti lain, pencarian terus ditingkatkan,” kata Kapolsek.

Baca Juga  Cegah Dilema Ibu Pekerja, Menteri PPPA Dorong Perusahaan Sediakan Daycare di Tempat Kerja

Kasus penipuan sapi kurban ini membuat geger masyarakat di Kota Bukittinggi dan Sumatera Barat karena berkaitan dengan ibadah kurban Idul Adha.

Puluhan peserta kurban dari dua mushala dan himpunan alumni sekolah mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah karena sapi kurban yang telah dibeli dan dipesan tidak kunjung didatangkan terlapor saat hari penyembelihan.

Besar kemungkinan masih ada korban dari dugaan penipuan sapi kurban ini yang belum melaporkan kerugiannya. (rdr/ant)