Beranda BERITA Kebiasaan Duduk Berjam-jam Tingkatkan Risiko Serangan Jantung BERITAKebiasaan Duduk Berjam-jam Tingkatkan Risiko Serangan JantungRedaksi2 min baca16 Mei 2022 | 20:32 WIB31 Desember 2022 | 21:06 WIB4×Kebiasaan Duduk Berjam-jam Tingkatkan Risiko Serangan JantungSebarkan artikel ini HEALTH, RADARSUMBAR.COM – Kebiasaan duduk berjam-jam untuk bekerja, sekolah atau lainnya bisa meningkatkan risiko serangan jantung. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang duduk selama 10 jam atau lebih sehari berisiko tinggi mengalami serangan jantung atau stroke, daripada mereka yang duduk 5 jam atau lebih sedikit setiap hari. Karena, kebiasaan duduk terlalu lama bisa merusak kadar gula darah, tekanan darah, dan juga kesehatan tulang. Kebiasaan ini juga dapat meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah di pembuluh darah yang bisa berakibat fatal Jika Anda menderita salah satu penyakit kronis seperti diabetes, tekanan darah, kolesterol atau bahkan osteoporosis, Anda harus sangat memperhatikan gaya hidup yang dijalani. Karena, gaya hidup yang jarang bergerak dan keseringan duduk salah satu yang bisa meningkatkan risiko serangan jantung. Dr Ritwick Raj Bhuyan, Ahli Bedah Kardiotoraks dan Vaskular, Fortis Escorts Heart Institute menjelaskan bagaimana duduk berjam-jam dapat menyebabkan masalah dengan berbagai fungsi tubuh. “Duduk biasanya meningkatkan tekanan darah dan risiko diabetes, kelebihan lemak di sekitar lingkar pinggang, meningkatkan kadar kolesterol darah dan dapat menyebabkan obesitas,” kata Dr Bhuyan dikutip dari Hindustan Times. Selanjutnya, ahli jantung menjelaskan bagaimana seseorang mungkin mulai menghadapi masalah pada otot leher dan punggung mereka saat terlalu sering duduk. Duduk berjam-jam ini bisa melukai cakram kunci tubuh mereka. Gerakan fisik juga penting untuk tulang Anda. Dr Bhuyan mengatakan risiko seseorang terkena osteoporosis dan melemahnya tulang meningkat saat mereka duduk berjam-jam. “Tubuh kita menekan tulang saat kita berjalan atau membuat gerakan. Ini membuat tubuh sehat dengan menghasilkan jaringan tulang baru oleh sel khusus,” kata ahli tersebut. Sedangkan, duduk berjam-jam membatasi gerakan tubuh yang mengakibatkan ada lebih sedikit jaringan tulang baru yang membuat tulang rapuh. (rdr/htk) Baca Juga Tak Pulang usai Pamit Mancing, Murid SD di Pessel Diduga Tenggelam WhatsApp Channel Radar Sumbar Join RekomendasiBERITAHari Jumat Ada Waktu Mustajab Berdoa, Ini Doa yang Bisa DiamalkanBERITAMenaker: Perusahaan Wajib Bayar THR dan BHR Sesuai AturanBERITAPemerintah Atur Usia Akses Platform Digital, Bukan Batasi Anak Gunakan InternetBERITAHindari Antrean, ASDP Bakauheni Pemudik Beli Tiket Ferry Lebih AwalBERITAPrabowo Hargai Kritik soal Usulan Indonesia Keluar dari Board of PeaceBERITAMeta Kena Tegur Pemerintah, Konten Judi Online dan Hoaks masih Marak