PARIAMAN, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, terus mengupayakan pembangunan sejumlah infrastruktur dengan mengajukan dukungan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan perekonomian, pelayanan publik, serta mendukung sektor pariwisata di daerah itu.
Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan usulan pembangunan Pasar Basah Pariaman dan sejumlah infrastruktur lainnya telah disampaikan kepada Menteri Pekerjaan Umum melalui Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade pada September 2025.
“Pembangunan Pasar Basah dan usulan infrastruktur lainnya di Kota Pariaman telah kami sampaikan kepada orang nomor satu di Kementerian PU melalui Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade,” kata Yota Balad di Pariaman, Rabu.
Ia juga mengaku telah bertemu langsung dengan Menteri PU RI Dody Hanggodo saat kunjungan kerja menteri tersebut di Kabupaten Tanah Datar pada Selasa (3/3) guna memperkuat permohonan tersebut.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur sangat penting karena Kota Pariaman saat ini tengah berkembang sebagai destinasi wisata di tingkat regional Sumatera bahkan nasional.
“Pariaman saat ini sedang beranjak menjadi destinasi wisata sehingga membutuhkan infrastruktur yang memadai agar semakin menarik bagi wisatawan,” ujarnya.
Namun, lanjutnya, pemerintah daerah memiliki keterbatasan anggaran sehingga membutuhkan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat melalui APBN.
Salah satu infrastruktur strategis yang diusulkan adalah pembangunan Pasar Basah Pariaman sebagai upaya penataan kawasan perkotaan. Lokasi pasar tersebut direncanakan berada dekat dengan objek wisata Pantai Gandoriah sehingga penataan pedagang dinilai penting untuk menciptakan kenyamanan bagi wisatawan.
Selain itu, Pemko Pariaman juga mengusulkan pembangunan dan peningkatan sejumlah ruas jalan, yakni jalan dari Simpang Balai Naras menuju Lakuak Tarok serta perbaikan jalan dari Simpang Tembok Desa Toboh Palabah menuju Simpang Lambang Air Santok.
Menurut Yota, ruas jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat dengan mobilitas kendaraan yang cukup tinggi, terutama untuk aktivitas perekonomian.
“Di sepanjang jalan tersebut juga terdapat beberapa sekolah seperti SD, SMP, hingga SMA/SMK serta menjadi akses warga menuju kantor pemerintahan di wilayah tersebut,” katanya.
Ia juga menyampaikan pernyataan Menteri PU Dody Hanggodo yang mendorong pembangunan infrastruktur di daerah dan menyatakan kementeriannya siap mendukung selama pemerintah daerah aktif memperjuangkannya. (rdr/rudi)





