KESEHATAN

Momentum Ramadhan, Dokter Paru Ajak Perokok Stop Total

0
×

Momentum Ramadhan, Dokter Paru Ajak Perokok Stop Total

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi berhenti merokok. (Foto: Pixabay)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof. Tjandra Yoga Aditama mengajak masyarakat memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan untuk menghentikan kebiasaan merokok secara permanen.

“Para perokok yang berpuasa sudah berhenti merokok sejak sahur sampai berbuka. Momentum Ramadhan ini sebaiknya dimanfaatkan untuk berhenti sepenuhnya,” kata Prof. Tjandra dalam keterangan tertulis, Selasa.

Mantan Direktur Penyakit Menular World Health Organization Asia Tenggara itu menjelaskan asap rokok mengandung ribuan senyawa kimia, ratusan di antaranya bersifat racun dan berkaitan dengan berbagai penyakit dari kepala hingga kaki.

Ia juga mengingatkan bahwa asap rokok tidak hanya berdampak pada perokok, tetapi juga mengganggu orang lain. Karena itu, selama menjalankan ibadah puasa, setiap individu sepatutnya menghindari perilaku yang dapat merugikan sesama.

Baca Juga  Ini Daftar Negara dengan Jam Puasa Terlama dan Terpendek pada Ramadan 2026

Menurutnya, kebiasaan tidak merokok sejak sahur hingga berbuka perlu dilanjutkan hingga malam hari dan seterusnya. Ramadhan menjadi momen yang tepat untuk menanamkan niat kuat serta menolak godaan kembali merokok.

Prof. Tjandra menepis anggapan bahwa perokok tidak bisa beraktivitas tanpa rokok. “Selama puasa, perokok tetap bisa bekerja dan beraktivitas dari pagi sampai sore tanpa merokok. Ini membuktikan anggapan tersebut tidak benar,” ujarnya.

Ia juga menegaskan tidak dianjurkan berbuka puasa dengan merokok. Kondisi tubuh yang relatif lemah setelah seharian menahan lapar dan haus dapat semakin terbebani jika langsung terpapar zat berbahaya dari rokok.

Baca Juga  IDAI Pastikan Belum Ada Penularan Virus Nipah ke Manusia di Indonesia

Waktu berbuka sebaiknya dimanfaatkan untuk mengonsumsi makanan dan minuman bergizi, bukan langsung merokok. Kebiasaan berhenti merokok yang berhasil dijalani selama Ramadhan pun diharapkan terus berlanjut setelah bulan suci berakhir.

“Berhenti merokok di bulan Ramadhan akan memberi manfaat bagi kesehatan, kehidupan, dan lingkungan,” kata mantan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Kepala Balitbangkes Kemenkes itu. (rdr/ant)