HEADLINELIGA 1

Braditi Moulevey: Kemenangan Semen Padang FC Kontra PSIM Adalah Harga Mati

1
×

Braditi Moulevey: Kemenangan Semen Padang FC Kontra PSIM Adalah Harga Mati

Sebarkan artikel ini
Komisaris Utama Semen Padang FC Braditi Moulevey. (dok. istimewa)
Komisaris Utama Semen Padang FC Braditi Moulevey. (dok. istimewa)

BOLA, RADARSUMBAR.COM – Duel pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 antara Semen Padang FC dan PSIM Yogyakarta bukan sekadar pertandingan biasa.

Laga yang digelar di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (4/3/2026) pukul 21.00 WIB ini menjelma menjadi partai hidup mati bagi Kabau Sirah dalam perburuan keluar dari zona degradasi.

Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menegaskan pentingnya laga ini bagi tim. Ia menyebut pertandingan melawan PSIM sebagai momen krusial yang menentukan nasib Kabau Sirah di BRI Super League Musim Kompetisi 2025/2026.

“Pertandingan melawan PSIM Yogyakarta itu adalah penentuan, sehingga tak ada kata lain selain harus menang dan mendapatkan 3 poin, karena saat ini kita sedang berada dalam zona merah dan benar-benar berada di dalam zona degradasi,” katanya, Selasa (3/3/2026).

Ia menambahkan bahwa jarak poin dengan tim lain sangat tipis dan cenderung berdekatan, sehingga kemenangan menjadi harga mati.

“Tentunya, sangat tidak ada kata lain selain bisa menang dalam pertandingan tersebut dan selisih poin dengan tim lain itu sama dan cukup cenderung berdekatan,” katanya.

Manajemen, lanjutnya, berharap seluruh elemen tim mampu menjaga fokus penuh sepanjang pertandingan.

“Kami dari manajemen mengharapkan kepada jajaran pelatih serta pemain untuk bisa fokus memenangkan pertandingan, kita berharap supaya pertandingan melawan PSIM Yogyakarta itu bisa menang dan mendapatkan poin penuh,” ujar pria yang akrab disapa Bang Levi tersebut.

Baca Juga  Stewart Tetap Jadi Algojo Penalti Meski Segera Gabung Barito Putera, Ini Kata Coach Dejan

Braditi Moulevey juga menekankan bahwa harapan tidak hanya datang dari internal tim, melainkan juga dari suporter serta masyarakat Sumatera Barat yang tak ingin melihat Kabau Sirah terdegradasi ke Liga 2.

“Tentunya laga ini juga menjadi harapan bagi seluruh suporter dan masyarakat Sumatera Barat di manapun berada tidak ingin melihat tim kebanggaan Ranah Minang ini terdegradasi ke Liga 2,” katanya.

“Tentunya, harapan kita tertumpu kepada ke seluruh pemain dan pelatih untuk bisa memaksimalkan dan fokus meraih kemenangan pada pertandingan esok hari,” sambung Sekjen DPP IKM tersebut.

Secara statistik, situasi tak sepenuhnya berpihak kepada Semen Padang FC. Berdasarkan data Aiscore, sejak 2024 kedua tim telah bertemu tiga kali.

Hasilnya, Kabau Sirah belum pernah meraih kemenangan. Dari tiga pertemuan itu, Semen Padang FC hanya mampu mencatatkan dua hasil imbang dan satu kekalahan.

Sebaliknya, PSIM Yogyakarta mengantongi satu kemenangan dan dua kali seri. Total gol yang tercipta dalam tiga laga tersebut hanya tiga gol, dengan rincian Semen Padang FC mencetak satu gol, sementara PSIM dua gol.

Baca Juga  Jamu Pemuncak Klasemen, Semen Padang FC bak David Lawan Goliath

Jika ditinjau dari lokasi pertandingan, Stadion Haji Agus Salim baru sekali menjadi arena pertemuan kedua tim dan berakhir imbang.

Adapun dua laga lain digelar di Stadion Mandala Krida, dengan catatan satu kemenangan untuk PSIM dan satu hasil seri.

Pada ajang Indonesian Liga 1, kedua tim tercatat sekali bertemu dan dimenangkan oleh PSIM Yogyakarta. Sementara di Indonesian Liga 2, dua laga lainnya berakhir tanpa pemenang.

Tak hanya head to head, performa lima laga terakhir juga menunjukkan persaingan ketat. Semen Padang FC meraih satu kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan. Di sisi lain, PSIM Yogyakarta mengoleksi satu kemenangan, tiga hasil seri, serta satu kekalahan.

Situasi tersebut membuat laga ini diprediksi berjalan sengit. PSIM datang dengan rekor pertemuan yang lebih baik, namun Semen Padang FC memiliki keuntungan tampil di hadapan publik sendiri.

Dengan catatan statistik yang belum memihak serta posisi di zona merah, Semen Padang FC benar-benar dihadapkan pada laga wajib menang.

Stadion Haji Agus Salim pun akan menjadi saksi apakah Kabau Sirah mampu mematahkan tren buruk sekaligus menjaga asa bertahan di BRI Super League Musim Kompetisi 2025/2026. (rdr)