AGAM

Empat Titik Huntap Disiapkan bagi Korban Bencana Hidrometeorologi di Agam

2
×

Empat Titik Huntap Disiapkan bagi Korban Bencana Hidrometeorologi di Agam

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Agam, Rinaldi sedang memberikan keterangan. ANTARA/Yusrizal.

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyiapkan empat lokasi untuk pembangunan hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana hidrometeorologi yang melanda daerah itu pada akhir November 2025.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Agam, Rinaldi, mengatakan sebagian lahan telah dibersihkan menggunakan alat berat.

“Keempat lokasi tersebut telah tersedia dan sebagian sudah dilakukan pembersihan lahan,” ujarnya di Lubuk Basung, Senin.

Ia menjelaskan, lokasi utama berada di Dama Gadang, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya, dengan luas sekitar 5–6 hektare. Lahan milik pemerintah itu direncanakan mampu menampung sekitar 325 unit hunian tetap.

Baca Juga  Antisipasi Kematian Massal, Pemkab Agam Minta Petani Keramba Tunda Tebar Bibit Ikan di Danau Maninjau

Relokasi kolektif di lokasi tersebut diperuntukkan bagi penyintas dari Kecamatan Malalak, Ampek Koto, Matur, dan Tanjung Raya.

Selain itu, lokasi lainnya berada di Padang Tarok, Nagari Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan, dengan luas satu hektare dan daya tampung sekitar 75 unit.

Pemerintah daerah juga menyiapkan lahan Balai Benih Ikan di Gumarang, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, seluas 1,1 hektare dengan kapasitas sekitar 60 unit.

Sementara itu, lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, disiapkan sebagai lokasi cadangan. Saat ini, di lokasi tersebut telah berdiri 117 unit hunian sementara.

Baca Juga  Harga Kebutuhan Pokok di Agam Tetap Stabil Pasca-Idul Fitri, Stok Aman

“Ini merupakan lokasi cadangan hunian tetap karena saat ini masih digunakan untuk hunian sementara,” kata Rinaldi.

Pemkab Agam juga tengah mengupayakan pengadaan lahan tambahan seluas 3–4 hektare di Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan. Lahan tersebut telah ditinjau bersama tokoh masyarakat dan menunggu hasil survei kelayakan.

Survei akan dilakukan bersama Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera III serta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sumbar untuk memastikan lokasi layak dijadikan relokasi kolektif. (rdr/ant)