PADANG PARIAMAN

Bupati Padang Pariaman Gandeng Niniak Mamak Atasi Banjir Ulakan

1
×

Bupati Padang Pariaman Gandeng Niniak Mamak Atasi Banjir Ulakan

Sebarkan artikel ini
Bupati Padang Pariaman, Sumbar John Kenedy Azis. Antara/HO-Diskominfo Padang Pariaman

PARITMALINTANG, RADARSUMBAR.COM – Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, John Kenedy Azis, menegaskan pemerintah daerah terus berupaya mengatasi banjir yang kerap melanda Kecamatan Ulakan Tapakih akibat meluapnya Sungai Batang Ulakan saat hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah hulu.

“Kami tidak pernah berhenti memikirkan persoalan banjir di Ulakan ini. Saat ini dua ekskavator bekerja di muara untuk menormalisasi sungai, khususnya muara Batang Ulakan. Mereka bekerja sejak awal Ramadan,” kata John Kenedy Azis di Parik Malintang, Minggu.

Normalisasi dilakukan untuk meminimalkan potensi luapan air ke permukiman warga ketika hujan deras kembali terjadi, baik di wilayah setempat maupun di daerah hulu sungai.

Ia menjelaskan, pada 2025 lalu Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama sejumlah pihak telah melakukan pembersihan tepi sungai dari pohon, kayu mati, dan sampah, serta membuka muara yang tertutup pasir. Upaya gotong royong tersebut sempat membuahkan hasil karena kawasan Ulakan Tapakih relatif terbebas dari banjir selama beberapa bulan meski diguyur hujan lebat berdurasi panjang.

Baca Juga  Identitas Jasad Termutilasi di Sungai Batang Anai masih Misteri, Kini Potongan Tubuh Lainnya kembali Ditemukan

Namun, bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak akhir November 2025 disebut berada di luar perkiraan karena tingginya intensitas curah hujan, sehingga banjir kembali melanda Ulakan Tapakih dan sejumlah kecamatan lainnya.

Pemerintah daerah kini kembali melakukan normalisasi sungai dan meminta dukungan masyarakat.

“Kami membutuhkan bantuan niniak mamak dan tokoh masyarakat agar warga yang memiliki lahan di tepi sungai bersedia menghibahkan tanahnya untuk kepentingan normalisasi,” ujarnya.

Menurut dia, alur sungai perlu dibuka lebih lebar dan diluruskan karena banyaknya kelokan menjadi salah satu faktor yang menghambat kelancaran arus air.

Baca Juga  Pemkab Padang Pariaman Ajukan 225 Unit Huntara ke BNPB, 377 Warga masih Mengungsi

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 1.824 warga atau 608 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Padang Pariaman terdampak banjir akibat curah hujan tinggi sejak Sabtu (22/11) hingga Minggu (23/11).

“Luapan air menggenangi permukiman warga di beberapa kecamatan dan nagari di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumbar,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis.

BNPB mencatat sedikitnya empat sungai meluap akibat tingginya intensitas hujan, yakni Batang Anai, Batang Ulakan, Batang Lubuak, dan Batang Kamumuan. Banjir berdampak pada tujuh kecamatan dan 14 nagari di wilayah tersebut. (rdr/ant)