TANAH DATAR

Kemensos Setujui Pembangunan Sekolah Rakyat di Tanah Datar

0
×

Kemensos Setujui Pembangunan Sekolah Rakyat di Tanah Datar

Sebarkan artikel ini
Bupati Tanah Datar Eka Putra saat diwawancarai di Padang, Sumatera Barat. ANTARA/Muhammad Zulfikar

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Sosial RI menyetujui pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Nagari Tanjung Alam, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, setelah Bupati Tanah Datar Eka Putra memaparkan langsung rencana proyek tersebut di Jakarta.

“Sudah disetujui,” kata Eka Putra saat dihubungi, Rabu.

Advertisement

Menurutnya, Kementerian Sosial mengapresiasi kesiapan lahan seluas 9,5 hektare yang telah dihibahkan untuk pembangunan sekolah tersebut. Lahan itu merupakan hibah dari keluarga besar Dony Oskaria kepada pemerintah daerah.

Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, seperti dikutip bupati, menyebut hibah lahan tersebut sebagai salah satu yang terbesar untuk program Sekolah Rakyat di Indonesia.

Sekolah Rakyat itu akan dibangun di Jorong Duo Baleh Koto dan Koto Gadih, Kecamatan Tanjung Baru, dan ditargetkan mulai dibangun pada 2026.

Dalam pemaparan di Kemensos, sejumlah daerah juga mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat. Namun, Tanah Datar menjadi salah satu yang disetujui.

Pembangunan Sekolah Rakyat tersebut diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp250–300 miliar. Selain meningkatkan akses pendidikan, proyek itu juga diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Tanjung Alam dan kawasan sekitarnya.

Usai pertemuan di Kemensos, Eka Putra juga menemui Dony Oskaria di Jakarta untuk menyampaikan apresiasi atas dukungan hibah lahan tersebut.

Dony berharap Sekolah Rakyat itu nantinya mampu menampung hingga 3.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA, khususnya anak-anak dari keluarga rentan miskin, miskin, dan miskin ekstrem.

“Ini untuk memutus rantai kemiskinan agar anak-anak dari kelompok rentan bisa bersekolah seperti yang lain. Negara harus hadir untuk anak bangsa,” ujarnya.

Selain sekolah, Dony juga berencana membangun ulang masjid, pasar, serta kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) di kampung halamannya.

Berdasarkan data per Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan 166 Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Pemerintah menargetkan tambahan 104 titik baru yang sedang dibangun atau dipersiapkan, dengan sasaran total 500 Sekolah Rakyat hingga 2029.

Kampus Sekolah Rakyat dilengkapi fasilitas asrama, rumah ibadah, lapangan olahraga, klinik, akses air bersih, jalan, serta sarana pendukung lainnya. Seluruh siswa yang diterima tidak dipungut biaya.

Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari tiga fokus utama pembangunan pemerintahan Presiden Prabowo, yakni ketahanan pangan, kemandirian energi, dan penguatan sumber daya manusia. (rdr/ant)