JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia menghormati politik dalam negeri Amerika Serikat dan siap menghadapi segala kemungkinan, setelah Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian kebijakan tarif global Presiden Donald Trump.
“Kita siap untuk menghadapi semua kemungkinan, kita hormati politik dalam negeri Amerika Serikat,” ujar Prabowo saat ditemui wartawan di Washington DC, Sabtu (21/2/2026).
Mahkamah Agung AS pada Jumat (20/2/2026) memutuskan dengan suara 6-3 bahwa Presiden Trump tidak berwenang memberlakukan tarif global berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA). Meski demikian, Trump kemudian mengumumkan tarif impor global sebesar 10 persen setelah putusan MA tersebut.
Presiden Prabowo menilai kebijakan tarif 10 persen ini tetap menguntungkan bagi Indonesia. Pemerintah memastikan perjanjian dagang bilateral dengan AS tetap berjalan sesuai mekanisme yang telah disepakati.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan putusan MA AS berkaitan dengan pembatalan tarif global dan pengembalian tarif (reimbursement) kepada korporasi tertentu. Namun, kesepakatan bilateral tetap berlaku, termasuk skema tarif 0 persen untuk sejumlah komoditas strategis seperti kopi, kakao, elektronik, CPO, tekstil, dan produk terkait lainnya.
“Alhamdulillah, Indonesia sudah menandatangani perjanjian. Komoditas yang sudah diberikan 0 persen tetap berlaku, sementara tarif 10 persen hanya untuk produk lain. Ini lebih baik dibandingkan sebelumnya,” ujar Airlangga.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menambahkan, diplomasi langsung Presiden Prabowo dengan Presiden AS sebelumnya berhasil menurunkan potensi tarif dari 32 persen menjadi 19 persen. Dengan keputusan MA, tarif sementara kini menjadi 10 persen, yang dinilai lebih menguntungkan bagi Indonesia.
Pemerintah menegaskan negosiasi dan diplomasi akan terus dilakukan secara adaptif, dengan prioritas pada kepentingan nasional dan implementasi perjanjian yang memberi manfaat bagi stabilitas ekonomi dan daya saing Indonesia di tengah dinamika global. (rdr/ant)







