PULAUPUNJUNG, RADARSUMBAR.COM – Direktur RSUD Sungai Dareh, Fitra Neza memastikan layanan Poli Jantung ditutup sementara karena dokter spesialis jantung yang bertugas akan menjalani pendidikan fellowship.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya pasien penyakit jantung dan keluarga yang terdampak atas kondisi tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan ini. Penghentian Poli Jantung bersifat sementara karena kebutuhan mendesak dokter spesialis jantung untuk mengikuti program fellowship, agar fasilitas Cath Lab termasuk layanan kateterisasi di RSUD dapat segera dioperasikan,” ujar Fitra Neza dalam keterangan tertulis yang diterima di Pulau Punjung, Sabtu (21/2).
Ia menjelaskan, dokter spesialis jantung tersebut akan melanjutkan fellowship kardiologi intervensi di Malaysia selama satu tahun, terhitung Maret 2026.
Pendidikan fellowship itu menjadi syarat penting untuk operasional Cath Lab yang merupakan bantuan gedung dan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Dengan kompetensi tersebut, ke depan RSUD Sungai Dareh diharapkan mampu melakukan tindakan kateterisasi dan pemasangan ring (stent) jantung guna membuka sumbatan pembuluh darah serta mencegah serangan jantung. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah dan dapat memperoleh layanan tingkat madya, meningkat dari sebelumnya yang hanya tingkat dasar.
Sejak Oktober 2025, manajemen RSUD Sungai Dareh telah berupaya mencari dokter spesialis jantung pengganti dengan menjajaki komunikasi ke seluruh wilayah Sumatera Barat dan kabupaten tetangga. Namun hingga kini belum ada dokter yang dapat ditempatkan.
Pada Januari 2026, pihak manajemen juga telah berkomunikasi dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia wilayah Sumbar. Namun, belum ada dokter yang bisa dikirim karena keterbatasan Surat Izin Praktik (SIP) yang telah penuh terpakai.
Ia menambahkan, Bupati Dharmasraya telah menegur manajemen atas tidak beroperasinya sementara Poli Jantung tersebut dan turut membantu menyampaikan permintaan dokter spesialis melalui program PGDS kepada Kementerian Kesehatan melalui Wakil Menteri dan Direktur Jenderal terkait.
“Insya Allah, pada April dokter spesialis jantung sudah tersedia sehingga pelayanan Poli Jantung dapat kembali berjalan normal,” ujarnya.
Sementara itu, pelayanan pasien jantung tetap dilakukan melalui Poli Penyakit Dalam. Dokter Spesialis Penyakit Dalam masih memiliki kompetensi dalam menangani konsultasi, terapi medis, serta pemantauan dan kontrol rutin pasien jantung.
Untuk kasus yang membutuhkan tindakan intervensi lanjutan, pihak rumah sakit akan melakukan rujukan sesuai prosedur pelayanan kesehatan.
Manajemen RSUD Sungai Dareh menegaskan komitmennya untuk memastikan kehadiran dokter spesialis jantung agar pelayanan kembali optimal dan pengembangan layanan jantung lanjutan dapat segera berjalan demi memenuhi kebutuhan masyarakat Dharmasraya dan sekitarnya. (rdr/ant)







