NASIONAL

Kementerian PU Percepat Pembangunan 1.301 Hunian Pascabencana di Sumatra

3
×

Kementerian PU Percepat Pembangunan 1.301 Hunian Pascabencana di Sumatra

Sebarkan artikel ini
Hunian Pascabencana di Sumatra yang dibangun Kementerrian PU. (Foto: dok. Humas Kemen PU)
Hunian Pascabencana di Sumatra yang dibangun Kementerrian PU. (Foto: dok. Humas Kemen PU)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) meningkatkan intensitas pembangunan 1.301 unit rumah hunian bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra agar dapat segera ditempati menjelang Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan warga kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penyediaan hunian pascabencana merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar proses pemulihan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pemulihan kehidupan masyarakat.

Advertisement

“Hunian ini bukan sekadar bangunan, tetapi bagian dari pemulihan kehidupan masyarakat. Arahan Bapak Presiden jelas, kita harus memastikan masyarakat kembali merasa aman dan nyaman,” ujar Dody dalam keterangannya seperti dilansir pada Jumat (20/1/2026)

Berdasarkan data per 9 Februari 2026 pukul 15.00 WIB, progres rata-rata pembangunan telah mencapai 47 persen dan ditargetkan rampung paling lambat 28 Februari 2026.

Dari total 1.301 unit yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, sebanyak 1.056 unit berada di Provinsi Aceh dan 245 unit di Provinsi Sumatera Utara.

Di Aceh, pembangunan menunjukkan progres signifikan di sejumlah wilayah. Kabupaten Aceh Tamiang Tahap I sebanyak 84 unit telah mencapai 100 persen, sedangkan Tahap II sebanyak 156 unit mencapai 83,72 persen.

Di Kabupaten Bener Meriah, pembangunan 228 unit telah mencapai 55,7 persen, dan di Kabupaten Aceh Utara sebanyak 360 unit berada pada progres 48,1 persen.

Sementara itu, di Kabupaten Pidie Jaya sebanyak 168 unit dalam progres 19,15 persen, serta di Kota Subulussalam sebanyak 60 unit dengan progres 4,91 persen.

Di Provinsi Sumatera Utara, pembangunan difokuskan di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 245 unit yang tersebar dalam 21 blok, dengan progres mencapai 28,6 persen.

Percepatan pembangunan dilakukan dengan menyiasati kondisi cuaca yang tidak menentu. Pekerjaan struktur dan eksterior dilaksanakan hingga malam hari saat cuaca mendukung, sedangkan pekerjaan interior tetap berjalan meski terjadi hujan untuk menjaga produktivitas konstruksi.

Dalam pembangunan tersebut, Kementerian PU menerapkan metode konstruksi modular dengan sistem Modular Lite (MOLI).

Teknologi ini memungkinkan pembangunan tanpa alat berat, fleksibel diterapkan di lokasi terdampak bencana dengan akses terbatas, serta mempercepat proses pemasangan tanpa mengurangi kualitas. Sistem ini juga meminimalkan limbah konstruksi dan meningkatkan efisiensi pelaksanaan.

Dengan pendekatan tersebut, Kementerian PU optimistis seluruh hunian dapat segera diserahterimakan sehingga masyarakat terdampak bencana dapat kembali menata kehidupan secara lebih aman dan nyaman. (rdr)