RADARSUMBAR.COM – Menjaga daya tahan tubuh saat berlari terkadang sulit dilakukan, itulah mengapa Anda harus mengetahui cara menjaga daya tahan tubuh agar selalu siap menjalani hari. Konsistensi diperlukan dalam hal ini, jika Anda hanya menjaganya di awal saja tentu hal ini akan berkali-kali lipat semakin sulit dilakukan
Daya tahan tubuh yang kuat akan memberikan Anda begitu banyak manfaat. Untuk mendapatkan berbagai macam manfaat itu, Anda tentu harus melatih hingga menjaga daya tahan tubuh Anda agar senantiasa terjaga. Itulah mengapa Anda harus mengetahui cara menjaga daya tahan tubuh Anda, terlebih saat berlari.
5 Tips Cara Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Berlari
Daya tahan tubuh merupakan kemampuan fisik tubuh Anda agar dapat mempertahankan latihan dalam waktu yang lama. Hal ini mengandung dua komponen didalamnya, yaitu daya tahan kardiovaskular dan juga daya tahan otot. Daya tahan kardiovaskular adalah kemampuan jantung dan paru-paru Anda untuk dapat mengisi bahan bakar tubuh Anda dengan oksigen. Sedangkan daya tahan otot merupakan kemampuan otot Anda untuk dapat terus bekerja tanpa merasa lelah.
Lalu bagaimana cara untuk dapat menjaga daya tahan tubuh? Berikut dibawah akan dijelaskan bagaimana cara menjaga daya tahan tubuh.
1. Bersikaplah Konsisten
Untuk meningkatkan kapasitas aerobik Anda dan meningkatkan daya tahan tubuh Anda, Anda perlu berlatih secara konsisten. Latihan yang konsisten akan membangun basis aerobik Anda, meningkatkan kapasitas aerobik Anda (yaitu berapa banyak oksigen yang dapat digunakan otot Anda) dan memperkuat otot-otot Anda.
Ketika Anda mulai menambahkan agenda lari tambahan ke jadwal mingguan Anda, Anda harus melakukannya dengan ringan, dan harus Anda ingat bahwa kecepatan mengikuti daya tahan. Anda hanya perlu fokus untuk menambahkan jarak untuk latihan Anda secara perlahan dan konsisten.
2. Lari Dengan Jarak yang Jauh
Untuk dapat terbiasa berlari lebih jauh, Anda harus berlatih berlari lebih jauh. Anda dapat meningkatkan jangka panjang Anda dengan lima atau sepuluh menit, atau Anda dapat menambahkan 0,8 –1,6 km ke lari jarak jauh yang biasa Anda lakukan. Mungkin kedengarannya tidak banyak, tetapi mulai bertambah.
Lakukan lari jarak jauh Anda dengan kecepatan lambat dan berkelanjutan (banyak orang mencoba berlari lari panjang terlalu cepat dan berakhir kesulitan untuk menyelesaikannya). Berlari perlahan dan hanya fokus untuk menutupi jarak. Ingat, kecepatan mengikuti daya tahan.
3. Lakukan Tempo Saat Berlari
Apa itu tempo saat berlari? Lari tempo adalah lari yang lebih pendek dengan kecepatan yang sulit dipertahankan. Misalnya, lari 40 menit dengan kecepatan 20 menit khas Anda.
Fartleks, latihan interval, dan lari tempo adalah semua latihan untuk meningkatkan daya tahan berlari. Tempo lari adalah cara yang sangat efektif untuk meningkatkan stamina berlari. Lari ini biasanya berjalan dalam jarak yang lebih pendek tetapi pada kecepatan yang lebih tinggi daripada di mana Anda biasanya berlatih.
4. Makan dengan Baik untuk Daya Tahan
Cara menjaga daya tahan tubuh yang selanjutnya adalah dengan mengonsumsi makanan yang bergizi. Itu berarti mendapatkan cukup karbohidrat, lemak, dan protein. Berikut adalah beberapa panduan bermanfaat:
- Lemak adalah bagian penting dari diet pelari. Mereka sangat penting untuk sel dan fungsi saraf. Lemak melindungi dan melindungi organ. Dan, ketika simpanan glikogen Anda habis dalam jangka daya tahan, tubuh menggunakan lemak sebagai bahan bakar.
Jika Anda cenderung berkeringat banyak selama berlari atau merasa kedinginan karena berkeringat, maka asupan lemak bahkan lebih penting: memiliki cukup lemak dalam tubuh dapat membantu Anda menghindari hipotermia saat olahraga.
- Bagaimana cara meningkatkan stamina? Tingkatkan asupan protein! Makan protein setelah berlari membantu memperbaiki kerusakan otot dan mempertahankan massa otot.
- Jika Anda berlari selama lebih dari satu jam, Anda harus mengisi bahan bakar selama berlari. Pengisian bahan bakar dalam perlombaan bisa jadi rumit, karena banyak pelari mengalami masalah pencernaan. Studi menunjukkan bahwa minuman, gel, dan bar sederhana yang berfokus pada karbohidrat bekerja.
5. Beristirahat dengan Baik
Berlari dengan waktu yang lama memerlukan pemulihan yang lebih lama. Ada beberapa cara untuk memastikan bahwa Anda pulih secara efisien di antara sesi.
- Tidur nyenyak adalah cara meningkatkan stamina untuk berlari. Tidur sangat penting untuk pemulihan. Sementara olahraga ringan dapat membantu tidur, volume latihan yang tinggi dapat menghambatnya. Tambahkan setidaknya 30 menit ke rutinitas tidur rutin Anda pada hari-hari yang Anda rencanakan untuk berlari dalam waktu yang lama.
- Minum banyak air setelah berlari. Itu berarti mendapatkan lebih banyak cairan daripada yang hilang saat berkeringat. Minum sesuatu dengan kandungan natrium tinggi, seperti minuman olahraga, juga dapat membantu tubuh mempertahankan cairan.
- Dapatkan pijatan! Peregangan dinamis tidak terbukti membantu dengan nyeri otot onset tertunda (DOMS), tapi melakukan pijat terbukti dapat membantu meredakan nyeri otot.
Itulah beberapa cara menjaga daya tahan tubuh Anda agar dapat tetap terjaga saat melakukan olahraga berlari. Faktanya, saat Anda sudah dapat menjaga daya tahan tubuh Anda ketika berlari, maka Anda juga dapat menjaga daya tahan tubuh Anda saat melakukan aktivitas fisik yang lainnya.







