HEADLINEPADANG

Naik Kereta Bersama, Andre Rosiade, PT KAI dan Gubernur Sumbar Matangkan Rencana Commuter Line Padang

15
×

Naik Kereta Bersama, Andre Rosiade, PT KAI dan Gubernur Sumbar Matangkan Rencana Commuter Line Padang

Sebarkan artikel ini
Andre Rosiade bersama Gubernur Sumbar meninjau Stasiun kereta api Simpang Haru, Kota Padang. (Foto: Tim AR)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI), Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi, Kadivre PT KAI Divre II Sumbar, serta jajaran dinas terkait meninjau Stasiun Simpang Haru, Kota Padang, sekaligus menjajal perjalanan kereta api dari Stasiun Simpang Haru menuju Stasiun Alai, Rabu (18/2/2026).

Kunjungan ini dilakukan untuk mematangkan perencanaan pengembangan commuter line di Kota Padang. Andre Rosiade mengatakan, pengembangan commuter line di Padang menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas transportasi massal di Sumbar. Program ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat, mengurangi kemacetan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Advertisement

“Kita mematangkan perencanaan pengembangan commuter line bersama Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PT KAI Rafli Yandra, Gubernur Sumbar Mahyeldi, Kadivre PT KAI Sumbar, serta jajaran dinas provinsi. Ini bagian dari komitmen pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto dalam memajukan transportasi massal modern dan terintegrasi di Sumatera Barat,” kata Andre yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI.

Menurut Andre, Kota Padang memiliki potensi besar untuk pengembangan jaringan kereta komuter karena jalur rel yang sudah ada dapat dioptimalkan dengan penambahan stasiun kecil atau halte di kawasan padat penduduk. Ia menyebut sejumlah kawasan seperti Indarung, Lubuk Begalung, Tanah Sirah, Pengambiran, Air Tawar hingga Tabing sebagai titik potensial pengembangan.

“Kita ingin jarak antarhalte tidak terlalu jauh, sekitar 1 sampai 1,5 kilometer di kawasan padat. Dengan begitu masyarakat mudah mengakses kereta komuter. Simpang Haru juga kita dorong menjadi hub utama, sehingga jalur dari bandara, Indarung, hingga kawasan pesisir bisa terintegrasi,” ujar Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Andre juga menegaskan, pengembangan commuter line tidak hanya soal transportasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Transportasi massal yang aman, nyaman, dan terjangkau akan memudahkan pekerja, pelajar, dan pelaku usaha bergerak lebih cepat dan efisien.

Gubernur Sumbar Mahyeldi menyambut baik langkah tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah provinsi mendukung penuh pengembangan commuter line. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, PT KAI, dan dukungan pemerintah pusat menjadi kunci keberhasilan proyek ini.

Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PT KAI Rafli Yandra menyatakan pihaknya siap mengkaji secara teknis rute, kebutuhan stasiun, hingga potensi penumpang agar proyek commuter line Padang berjalan efektif dan berkelanjutan. Kajian tersebut mencakup integrasi dengan moda transportasi lain serta penyesuaian jadwal perjalanan.

Kunjungan lapangan ke Stasiun Simpang Haru dan perjalanan uji coba menuju Stasiun Alai menjadi bagian penting untuk melihat langsung kondisi jalur rel, stasiun, serta potensi pengembangan layanan komuter di Padang.

Andre optimistis, dengan kerja bersama dan dukungan semua pihak, commuter line di Kota Padang dapat segera terealisasi dan menjadi tonggak baru sistem transportasi modern di Sumatera Barat.

“Ini bukan hanya proyek transportasi, tapi investasi masa depan masyarakat Sumatera Barat. Kita ingin Ranah Minang punya transportasi massal yang maju, nyaman, dan membanggakan,” tutup Andre. (rdr)