JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan strategi pemerintah Indonesia untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil di atas 5 persen, sekaligus mempercepat pembangunan konektivitas dan transisi energi sebagai fondasi jangka panjang.
Dalam pertemuan dengan Kamar Dagang Amerika Serikat (USCC), US-ASEAN Business Council (USABC), dan US-Indonesia Society (USINDO) di Gedung USCC, Washington DC, Rabu sore waktu setempat, Presiden menegaskan pentingnya stabilitas dan kerja sama sebagai prasyarat utama pertumbuhan berkelanjutan.
Prabowo meyakini kolaborasi dan kompromi antarpemimpin bangsa akan menciptakan iklim kepercayaan yang kuat bagi investasi.
“Saya belajar bahwa kerja sama, kolaborasi, dan kompromi pada akhirnya akan terbukti lebih bermanfaat dan lebih menguntungkan bagi semua pihak,” ujar Prabowo.
Menurut dia, stabilitas politik, supremasi hukum, serta tata kelola pemerintahan yang baik menjadi kunci menjaga kepercayaan investor. Fundamental ekonomi Indonesia, lanjutnya, tetap kuat karena disiplin fiskal terjaga dan pertumbuhan konsisten di atas 5 persen dengan tren meningkat.
Perkuat Ekonomi Akar Rumput
Salah satu fokus utama pemerintah adalah memperkuat ekonomi dari tingkat akar rumput. Pemerintah ingin memastikan pertumbuhan dapat dipertahankan dalam jangka panjang melalui pengelolaan sumber daya alam yang sehat dan berkelanjutan.
“Kita ingin memiliki kemampuan untuk mempertahankan pertumbuhan, tetapi kita juga perlu mengendalikan perekonomian dalam arti memastikan pemanfaatan sumber daya alam kita dilakukan secara sehat dan berkelanjutan,” kata Prabowo.
Infrastruktur dan Transisi Energi
Presiden juga menempatkan pembangunan infrastruktur dan konektivitas sebagai prioritas. Ia mengakui masih ada pekerjaan rumah besar, terutama dalam meningkatkan efisiensi logistik nasional.
Pemerintah berencana membangun dan memperkuat pelabuhan, bandara, serta jalan tol guna menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing.
Selain itu, transisi energi menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang. Pemerintah berkomitmen mengembangkan energi terbarukan, kendaraan listrik, dan industri hijau dengan pendekatan yang pragmatis.
“Kami berkomitmen pada energi terbarukan, kendaraan listrik, dan industri hijau, namun pendekatan kami sangat pragmatis,” ujarnya.
Dengan kombinasi stabilitas politik, penguatan investasi, pembangunan konektivitas, serta transisi energi yang terukur, pemerintah optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global. (rdr/ant)







