MEDAN, RADARSUMBAR.COM – Kapolres Nias AKBP Agung S.D.C. mengikuti rangkaian peresmian gedung baru Polda Sumatera Utara, peresmian jembatan Bailey di wilayah Sumatera Barat, serta pelepasan bantuan kemanusiaan bagi wilayah terdampak bencana pada 14 Februari 2026.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung kegiatan tersebut bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi. Sejumlah pejabat utama kepolisian, unsur Forkopimda, serta para Kapolres di wilayah Sumatera Utara turut menghadiri kegiatan yang berlangsung di Medan itu.
Peresmian gedung kepolisian daerah menjadi langkah peningkatan sarana dan prasarana untuk memperkuat pelayanan publik. Fasilitas baru tersebut diharapkan mendorong kinerja kepolisian semakin profesional, modern, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kepolisian menargetkan peningkatan kualitas layanan seiring tersedianya infrastruktur yang lebih representatif.
Dalam rangkaian yang sama, kepolisian juga meresmikan jembatan Bailey di Sumatera Barat. Jembatan darurat itu sebelumnya dibangun sebagai solusi cepat setelah bencana alam memutus akses transportasi di wilayah tersebut.
Kehadiran jembatan ini memulihkan konektivitas antarwilayah dan memungkinkan aktivitas sosial serta ekonomi masyarakat kembali berjalan.
Selain fokus pada infrastruktur, kegiatan ini juga mencakup pelepasan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok, makanan siap saji, obat-obatan, dan perlengkapan dasar lain sesuai kebutuhan pengungsi di lapangan.
Kapolres Nias AKBP Agung S.D.C. menyatakan kehadirannya sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan kemanusiaan dan program transformasi kepolisian.
Ia menegaskan jajaran Polres Nias siap mendukung langkah-langkah kemanusiaan sekaligus menjaga pelayanan masyarakat tetap berjalan optimal.
Selanjutnya, kegiatan tersebut menunjukkan peran aktif kepolisian dalam membantu masyarakat terdampak bencana sekaligus memperkuat perlindungan publik.
“Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain menjadi kunci percepatan pemulihan wilayah terdampak,” kata Agung.
Momentum ini sekaligus memperkuat kolaborasi lintas lembaga dalam mendukung pemulihan pascabencana dan memastikan masyarakat dapat segera kembali menjalankan aktivitasnya.
Dukungan lintas sektor diharapkan membantu masyarakat bangkit dan menata kembali kehidupan secara berkelanjutan. (rdr/tanhar)







