LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Sebanyak 273 dari total 357 unit hunian sementara (huntara) untuk penyintas banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat telah rampung dan mulai dihuni warga terdampak.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Agam, Rinaldi, di Lubuk Basung, Senin, mengatakan ratusan huntara tersebut tersebar di lima lokasi.
“Lima titik hunian sementara sudah selesai dan penyintas telah menempatinya. Sebagian masih membersihkan lokasi karena baru rampung,” ujarnya.
Rinciannya, 117 unit berada di Lapangan Bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Kemudian 88 unit di Lapangan Bola Padang Sibabaju, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
Selanjutnya, 19 unit di Objek Wisata Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya; 35 unit di Kampung Ujuang, Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya; serta 14 unit di Lapangan Lambeh, Jorong Bukik Malanca, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak.
Khusus huntara di Lapangan Bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, diresmikan oleh Pratikno selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Muhammad Tito Karnavian pada Sabtu (24/1).
Rinaldi menambahkan, saat ini masih terdapat 85 unit huntara dalam tahap pembangunan, masing-masing 33 unit di Lahan DOB Bancah Balingka, Kecamatan Ampek Koto, dan 51 unit di Lapangan Bola Jajaran Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan.
“Pembangunan masih berlanjut dan diperkirakan selesai satu minggu setelah Ramadhan,” katanya.
Huntara tersebut diperuntukkan bagi warga yang rumahnya rusak berat, berada di zona merah, serta terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Agam pada akhir November 2025.
Sebagian warga juga mengajukan pencairan dana tunggu hunian yang saat ini masih dalam proses. Pemerintah daerah pun tengah menyiapkan pembangunan hunian tetap bagi para penyintas. (rdr/ant)







