HEADLINELIGA 1

Dejan Antonic Akui Semen Padang FC Punya Banyak Celah Saat Dibungkam Arema FC

26
×

Dejan Antonic Akui Semen Padang FC Punya Banyak Celah Saat Dibungkam Arema FC

Sebarkan artikel ini
Alhassan Wakaso menjagal pergerakan Dalberto. (dok. istimewa)
Alhassan Wakaso menjagal pergerakan Dalberto. (dok. istimewa)

BOLA, RADARSUMBAR.COM – Kekalahan 0-3 dari Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Minggu, menyisakan kekecewaan di kubu Semen Padang FC (SPFC). Pelatih Dejan Antonic secara terbuka menyoroti lemahnya transisi permainan serta rapuhnya koordinasi lini belakang timnya.

Menurut Dejan, persoalan utama bukan hanya agresivitas lawan, tetapi bagaimana timnya gagal melakukan perpindahan dari menyerang ke bertahan dengan cepat. Hal itu membuat celah di lini belakang terlalu mudah dimanfaatkan tuan rumah.

Advertisement

“Transisi kami kurang cepat. Saat kehilangan bola, respons bertahan tidak langsung terbentuk. Itu yang membuat mereka leluasa masuk ke area berbahaya,” ujar Dejan dalam konferensi pers usai laga.

Ia menjelaskan, beberapa kali Semen Padang kehilangan bola di area krusial, terutama di sekitar 20 meter dari garis pertahanan. Dari situ, Arema dengan cepat membangun serangan dan menekan pertahanan Kabau Sirah yang belum siap.

Gol pertama pada menit ke-29 menjadi gambaran lemahnya koordinasi tersebut. Berawal dari situasi lemparan ke dalam, bola bergerak cepat melalui kombinasi pendek sebelum diteruskan kepada Gustavo Franca yang melakukan sprint.

Bek Semen Padang gagal mengantisipasi pergerakan itu dengan baik, hingga umpan ke kotak penalti sukses dituntaskan Joel Vinicius menjadi gol.

Dejan mengakui sudah mencoba mengubah pendekatan taktik dengan mengganti formasi dari 4-3-3 ke 4-4-2 untuk menambah tekanan di lini depan.

Namun perubahan itu belum cukup membantu karena masalah utama justru berada pada keseimbangan tim saat kehilangan bola.

“Secara menyerang kami coba variasi, tapi kalau transisi bertahan lambat, itu berbahaya. Kami harus perbaiki organisasi dan komunikasi di belakang,” tegasnya.

Sementara itu, pemain Semen Padang FC Ripal Wahyudi juga mengakui timnya kurang disiplin menjaga jarak antarlini. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan jelang laga kandang berikutnya melawan Malut United.

“Kami tidak boleh mengulang kesalahan yang sama. Harus lebih fokus dan lebih siap,” ujar Ripal.

Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Semen Padang, terutama dalam memperbaiki transisi permainan dan memperkuat pertahanan agar tak kembali mudah ditembus lawan. (rdr)