Sementara itu, The Arena of Maestro – Taekwondo Championship 2026 yang mengusung tema “Baralek Gadang Para Juara di Bumi Minangkabau” digelar selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, dengan diikuti 1.500 atlet dari berbagai daerah di Pulau Sumatera.
Ketua Panitia, Prof. Fakhru Razi, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar perebutan medali, melainkan juga pembentukan karakter dan kehormatan atlet.
“Proses perjuangan menuju kemenangan adalah kehormatan, jangan nodai itu. Seorang juara sejati bukan diukur dari medali, tapi juga dilihat dari sikap dan perjuangan. Fokus menghormati lawan, dan jadilah juara sejati,” ujarnya.
Menurutnya, kejuaraan ini turut mempererat solidaritas antar-atlet dan dojang se-Sumatera. Event tersebut dihadiri sejumlah Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) se-Sumatera, termasuk Pengprov Sumbar dan Pengprov Jambi, serta para master taekwondo dari berbagai daerah.
Mewakili Gubernur Sumatera Barat, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar Mahdianur membuka kejuaraan tersebut secara resmi. Ia menekankan bahwa kompetisi menjadi sarana mengukur hasil latihan para atlet, terlebih dalam waktu dekat ini akan ada penyelenggaraan Porprov.
“Kompetisi adalah tempat menguji latihan yang telah kita lakukan. Tanpa kompetisi, latihan yang adik-adik atlet lakukan tidak bisa terukur,” katanya.
Mahdianur juga mengingatkan pentingnya sportivitas sebagai roh olahraga. Ia mengutip bait Mars Patriot, “Kami adalah patriot olahraga,” dan menegaskan bahwa sebagai patriot, atlet harus menjaga sportivitas dalam setiap pertandingan.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sangat mengapresiasi hadirnya kompetisi seperti ini di Sumatera Barat, dan akan terus mendorong event serupa hadir,” tutupnya.
Suksesnya kejuaraan se-Sumatera ini semakin mempertegas optimisme KONI Sumbar bahwa Porprov XVI mendatang akan menjadi “baralek gadang” olahraga yang lebih meriah dan lebih sukses. (rdr)







