PADANG

Kemenaker Bangun 5 BLK Komunitas di Sumbar untuk Percepat Pemulihan Pascabencana

3
×

Kemenaker Bangun 5 BLK Komunitas di Sumbar untuk Percepat Pemulihan Pascabencana

Sebarkan artikel ini
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memberi keterangan kepada wartawan di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Kamis (5/6/2025). ANTARA/Putu Indah Savitri

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyiapkan program khusus berupa pembangunan lima Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas guna mempercepat pemulihan dan penanganan dampak bencana di Provinsi Sumatera Barat.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan program tersebut telah diamankan sebagai bagian dari intervensi pemerintah pusat terhadap daerah terdampak.

Advertisement

“Alhamdulillah kita bisa langsung secure beberapa program khusus untuk dampak bencana Sumatera Barat yakni pembangunan Balai Latihan Kerja Komunitas,” kata Yassierli di Kota Padang, Kamis.

Dalam program itu, Kemenaker menyiapkan lima paket pembangunan BLK Komunitas berkapasitas dua lantai dengan total anggaran mencapai Rp4,25 miliar. Balai tersebut akan difokuskan pada pelatihan teknologi informasi.

BLK akan dilengkapi komputer, peralatan pendukung, serta instruktur untuk menunjang pelatihan.

Menurut dia, fokus pada pelatihan teknologi informasi dipilih karena tren konten kreator dan afiliator media sosial dinilai memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.

“Kami melihat ini sebagai peluang besar yang bisa dimanfaatkan masyarakat melalui pelatihan yang tepat,” ujarnya.

Selain pembangunan BLK, Kemenaker juga menyiapkan pelatihan vokasi tersertifikasi bagi sedikitnya 5.000 orang, program tenaga kerja mandiri serta pelatihan kewirausahaan bagi minimal 100 orang.

Tak hanya itu, pemerintah juga menggulirkan program padat karya sebanyak 20 paket, dengan nilai masing-masing paket sebesar Rp100 juta.

Secara simbolis, bantuan tahap pertama dengan total nilai Rp30,3 miliar telah diserahkan kepada lima perwakilan masyarakat terdampak bencana.

Yassierli menambahkan, bantuan yang disalurkan tidak hanya bersumber dari Kemenaker, tetapi juga berasal dari donatur yang menyalurkan dukungan melalui kanal Kemenaker Peduli. (rdr/ant)