LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyatakan dua unit jembatan darurat di Kecamatan Palembayan hanyut akibat derasnya arus Sungai Batang Nanggang menyusul hujan berintensitas tinggi, Rabu malam.
Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono mengatakan dua jembatan darurat yang terbuat dari batang pohon kelapa itu tidak mampu menahan derasnya arus sungai.
“Dua jembatan darurat yang dibangun dari pohon kelapa hanyut dibawa arus sungai yang cukup besar,” kata Rahmat di Lubuk Basung, Kamis.
Ia menjelaskan, satu jembatan berada di dekat Masjid Syuhada yang menghubungkan Sawah Laweh–Kampuang Pili, Nagari Salareh Aia Timur. Satu jembatan lainnya berada di Jorong Subarang Aia yang menghubungkan Koto Alam–Subarang Aia.
Jembatan tersebut sebelumnya dibangun sebagai akses sementara pascabanjir bandang yang melanda Palembayan pada akhir November 2025.
Kepala Jorong Subarang Aia, Irlan, mengatakan warga kini terisolasi karena jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses menuju Koto Alam.
“Jembatan darurat ini menjadi akses utama warga untuk membawa hasil pertanian, perkebunan, dan anak-anak pergi ke sekolah. Saat ini Polri sedang membangun jembatan bailey di lokasi,” ujarnya.
Selain di Palembayan, hujan deras juga memicu banjir dan tanah longsor di Kecamatan Tanjung Raya. Sebanyak 170 kepala keluarga (KK) mengungsi ke sekolah, masjid, rumah keluarga, dan rumah tetangga.
Sebanyak 90 KK berasal dari Nagari Koto Kaciak dan 50 KK dari Nagari Sungai Batang akibat rumah mereka terendam banjir setinggi 40–60 sentimeter karena meluapnya Sungai Asam dan Sungai Tumayo. Saat ini banjir mulai surut dan warga membersihkan rumah masing-masing.
Sementara itu, 30 KK di Jorong Lubuak Sao, Nagari Dalko, mengungsi akibat tanah longsor. Material longsor juga menumbangkan tiang listrik sehingga menyebabkan pemadaman di sekitar lokasi.
Longsor turut menimbun satu unit mobil minibus, namun sopir dan seorang penumpang berhasil menyelamatkan diri. Material tanah juga menutup ruas jalan provinsi Lubuk Basung–Bukittinggi sepanjang sekitar 50 meter dengan ketinggian 1,5 meter.
“Pembersihan material longsor masih berlangsung dengan mengerahkan alat berat,” kata Rahmat.
Curah hujan tinggi juga menyebabkan Sungai Batang Balok meluap setelah dam sementara jebol di Jorong Bancah, Nagari Maninjau. Air menggenangi ruas jalan Maninjau–Sungai Batang dan SDN 09 Bancah. Warga berupaya memperbaiki dam secara manual dengan menumpuk batu dan kayu.
Di Kecamatan Lubuk Basung, dua unit rumah di Siguhuang turut terendam akibat meluapnya Sungai Batang Siguhuang.
Sebelumnya, banjir bandang di Kecamatan Palembayan pada akhir November 2025 mengakibatkan 146 orang meninggal dunia dan 32 orang hilang serta merusak ratusan rumah dan lahan pertanian. (rdr/ant)






